Sabtu, 31 Juli 2021

Follow us:

infobrand

infobrand

Strategi Jitu Menghindari Financial Distress di Masa Pandemi Covid-19

Posted by: 16-07-2021 15:07 WIB 124 viewer

Strategi Jitu Menghindari Financial Distress di Masa Pandemi Covid-19
Webinar dari Pro. Roy Sembel di Acara Penghargaan Top Corporate Award 2021

JAKARTA, INFOBRAND.ID - Acara penghargaan Top Corporate Award 2021 yang diselenggarakan pada (12/7/2021) secara e-awarding oleh TRAS N CO Indonesia dan InfoBrand.id yang bekerja sama dengan Suara Pemerintah.id mendapat sambutan baik dari beberapa perusahaan dan berbagai media yang berkontribusi.

Tentunya penghargaan ini diberikan atas Perusahaan-Perusahaan Emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan tersebut dinilal berhasil membangun corporate brand dan membangun kinerja keuangan yang unggul dan positif di Indonesia.

Top Corporate Award 2021 juga diberikan kepada perusahaan - perusahaan terpilih herdasarkan hasil riset TOP CORPORATE INDEX, dengan mengacu kepada 3 aspek penilaian, yaitu: Digital Corporate Brand, Awareness Aspect, Revenue Aspect, dan Net Profit Aspect.

Dalam acara penghargaan tersebut, dibuka dengan webinar dari Roy Sembel selaku Praktisi Bisnis dan Edukator serta Profesor di IPMI International Business School. Ia menjelaskan mengenai Krisis Bisnis di masa pandemic yang sangat berdampak bagi semua perusahaan, sejak pemberitahuan lockdown di beberapa negara pada tahun lalu. Hampir sebagian pegawai diputuskan oleh pemerintahnya untuk menjalankan Work From Home (WFH).

Memasuki era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity) kata Prof. Roy yang dimana dunia yang kita hidupi sekarang, perubahan sangat cepat, tidak terduga, dipengaruhi oleh banyak faktor yang tentunya sulit dikontrol, dan kebenaran serta realitas menjadi sangat subyektif. Pengaruh terbesar dari pergeseran dunia kita jaman sekarang tentu saja dipengaruhi teknologi.

“Namun yang paling penting disini adalah Ekonomi di Indonesia sejak 2020 memiliki rating ke-16 di dunia, dan pertumbuhan kita juga masih sangat bagus dibandingkan dengan 20 negara besar lainnya.  Kita juga punya banyak hal yang bisa kita manfaatkan lebih lanjut dan jadi lebih potensial dan jadi digital ekonomi yang luar biasa,” papar Prof. Roy.

Dengan situasi saat ini kita masih punya banyak kesempatan bagi perusahaan maupun industri yang memanfaatkan digital potensialnya dan juga recovery dari industri yang tadinya terdampak dan bisa menyesuaikan diri. Pemerintah saat ini juga sedang membangun infrastuktur, tentunya yang mengalami booming saat ini karena sedang pandemi. Misalnya healthcare, farmasi dll. Itulah yang menjadi point utama untuk bagusnya infrastuktur ke depan bagi Indonesia.

Bicara tentang Financial Distress di Indonesia, bisa dilihat dari neraca ternyata utang sudah lebih besar daripada aset negara, hal tersebut yang menjadikan nilai activitynya negative. Atau bisa juga dilihat dari cash flow, yang tadinya cash flow bisa menutupi kewajiban-kewajiban yang kontraktual. Sekarang menjadi drop dan terdapat defisit di dalamnya.

Berbagi pemikirannya tentang tahapan financial distress, Prof. Roy menyatakan, mulai dari inkubasi dulu, seperti orang yang kena covid-19 harus di inkubasi terlebih dahulu. Lalu mulai waspada terhadap sesuatu, tapi masih tahap denial. Ada juga proses yang bisa diperbaiki dimulai dari bawah supaya bisa survive kembali.

Selanjutnya, ada juga beberapa riset tentang financial distress, dimulai dari ciri-ciri perusahaan yang sudah mendekati financial distress, yakni perusahaan yang distribusi variabelnya sudah sangat jauh ketinggalan dengan perusahaan yang sukses, beberapa variabelnya juga telah dilakukan perbedaannya dan dilihat mana perusahaan yang bisa survive dan tidak. Ada juga allotment yang paling sering dikutip untuk beberapa perusahaan yang terus diperbaiki.

Saat ini, Prof. Roy sendiri juga melakukan riset bisnis apa saja yang terdampak pada saat pandemic tahun lalu, menurutnya bisnis yang terdampak sejak pandemic tahun 2020 adalah bisnis property. Dan yang paling stabil dan bertahan sejak pandemic berlangsung adalah bisnis industri. Oleh karena itu, sebagian perusahaan memutar rencana sesuai dengan minat masyarakat Indonesia sejak pandemic saat ini agar perusahaan tetap survive dan tidak goyah walau pemasukan menurun.

Lalu bagaimana melakukan Risk Management untuk berbagai perusahaan di masa krisis di masa pandemic seperti saat ini?

Menutup Webinar tersebut, Prof. Roy menyimpulkan ditengah berbagai krisis pun semua perusahaan pasti mempunyai peluang, dengan menggali hal baru serta melakukan kerja sama dengan berbagai mitra serta negosiasi yang mencukupi pemasukan perusahaan dan jangan lupa untuk melakukan berbagai inovasi baru maka perusahaan tersebut akan bisa survive walau pandemic berlangsung hampir satu setengah tahun ini.


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


Tiga Inovasi Ini Jadikan Mom Uung Brand Paling Unggul di Masa Pandemi

Tiga Inovasi Ini Jadikan Mom Uung Brand Paling Unggul di Masa Pandemi
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Branding di masa pandemi saat ini saling berinovasi satu sama lain kearah digital, dimana hampir semua aktivitas dilakukan di...


Ajak 2.000 Apotik, GoApotik Ikut Dukung Layanan Farma Plus dari Kemenkes

Ajak 2.000 Apotik, GoApotik Ikut Dukung Layanan Farma Plus dari Kemenkes
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Tingginya kebutuhan obat-obatan khususnya terkait Covid-19 di Indonesia, membuat pemerintah meningkatkan layanan akses informa...


Layanan Pengiriman Meningkat, Konsumen Inginkan Layanan Cepat dan Murah

Layanan Pengiriman Meningkat, Konsumen Inginkan Layanan Cepat dan Murah
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Maraknya e-commerce di Indonesia mendorong meningkatnya persaingan di bisnis kurir dan logistik. Hal ini ditandai dengan marak...


Bank Syariah Semakin Inovatif ke Ranah Digital

Bank Syariah Semakin Inovatif ke Ranah Digital
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Seiring berkembangnya pasar muslim di Indonesia, ekonomi Syariah khususnya industri  keuangan Syariah turut berkembang pe...