Sabtu, 31 Juli 2021

Follow us:

infobrand

infobrand

Tunda Vaksin Berbayar, Saham Kimia Farma Naik 12 Persen

Posted by: 12-07-2021 16:30 WIB 172 viewer

Tunda Vaksin Berbayar, Saham Kimia Farma Naik 12 Persen
Kimia Farma/Istimewa

JAKARTA, INFOBRAND.ID - Penundaan vaksin berbayar oleh Kimia Farma membuat harga saham PT Kimia Farma Tbk (KAEF) yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (12/7/2021) ini terpantau naik 390 poin atau 12,38 persen ke posisi Rp3.540 per saham jelang penutupan bursa.

Pada pembukaan perdagangan saham, saham KAEF bahkan sempat menyentuh level Rp3.670 per saham. Pukul 15.09 WIB, frekuensi perdagangan saham KAEF tercatat sebanyak 25.646 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 57,24 juta lembar saham senilai Rp198,25 miliar.

Dalam sepekan terakhir, saham KAEF meningkat 5,69 persen. Sedangkan tiga bulan belakangan saham KAEF naik 35,25 persen, walau dibanding posisi akhir Desember 2020 masih minus 16,94 persen. Sementara jika ditarik setahun yang lalu di mana pandemi mulai merebak di Tanah Air, saham KAEF telah melonjak 218 persen.

Memang belum ada penjelasan mengenai naiknya harga saham KAEF hari ini, tetapi yang jelas kenaikan saham KAEF berbarengan dengan keputusan perseroan untuk menunda penjualan vaksin Gotong Royong.

Seperti diektahui Kimia Farma menunda jadwal Vaksinasi Gotong Royong (VGR) Individu yang rencananya dimulai pada awal pekan ini karena akan memperpanjang masa sosialisasi program vaksinasi tersebut.

Besarnya animo serta banyaknya pertanyaan yang masuk atas pelaksanaan Vaksin Gotong Royong Individu membuat manajemen memutuskan memperpanjang masa sosialisasi serta pengaturan pendaftaran calon peserta.

"Besarnya animo serta banyaknya pertanyaan yang masuk membuat Manajemen memutuskan untuk memperpanjang masa sosialisasi Vaksinasi Gotong Royong Individu serta pengaturan pendaftaran calon peserta," kata Corporate Secretary Kimia Farma Ganti Winarno, Jakarta, Senin (12/7/2021).

Sebelumnya, cucu usaha Kimia Farma, PT Kimia Farma Diagnostika (KFD) menyediakan 40.000 dosis vaksin individu berbayar untuk tahap pertama penyaluran vaksinasi di enam kota Jawa dan Bali.

KFD membuka delapan titik penjualan vaksin Covid-19 melalui jaringan klinik perusahaan, yakni tiga di Jakarta, lalu satu di Bandung, Solo, Semarang, Surabaya, dan Bali.

Berdasarkan aturan pemerintah, harga vaksin berbayar per dosis Rp321.660 ditambah dengan harga layanan Rp117.910, sehingga harga per dosis vaksin yang dibebankan kepada penerima manfaat seharga Rp439.570 per dosis. 

Dengan setiap orang mendapatkan suntikan sebanyak dua kali, maka harga paket lengkap vaksin mencapai Rp879.140 per individu.


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


Ini Cara Menghindari Misinformasi Covid-19 di Facebook

Ini Cara Menghindari Misinformasi Covid-19 di Facebook
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Platform media sosial Facebook berkomitmen untuk selalu memastikan orang-orang di Indonesia menerima informasi terkini ya...


Technoplast-Halodoc Perkuat Kolaborasi untuk Vaksinasi Covid-19

Technoplast-Halodoc Perkuat Kolaborasi untuk Vaksinasi Covid-19
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Technoplast bersama Halodoc memperkuat kolaborasi untuk memberikan layanan vaksinasi Covid-19 sebagai upaya mendukung pemerint...


IndiHome Perluas Jangkauan GameQoo, Sekarang Sudah Bisa Diakses Seluruh Indonesia

IndiHome Perluas Jangkauan GameQoo, Sekarang Sudah Bisa Diakses Seluruh Indonesia
JAKARTA, INFOBRAND.ID - IndiHome, layanan fixed broadband milik PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk memperluas jangkauan platform game berbasis komputas...


Selama PPKM, TMII Sajikan Kegiatan Anjungan Secara Virtual

Selama PPKM, TMII Sajikan Kegiatan Anjungan Secara Virtual
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang terletak di Jakarta Timur menyajikan kegiatan anjungan dan museum secara virtual selama...