Sabtu, 02 Juli 2022

Follow us:

infobrand

infobrand

Wali Lakukan Beragam Upaya Demi Bangkitkan Bisnis Waralaba

Posted by: 03-06-2022 13:13 WIB 594 viewer

Wali Lakukan Beragam Upaya Demi Bangkitkan Bisnis Waralaba
Tri Rahajo (kiri) dalam kesempatan pembukaan kegiatan Franchise & License Expo Indonesia (FLEI) 2022, Jumat (3/6/2022).

JAKARTA, INFOBRAND.ID - Pandemi Covid-19 memberi dampak luar biasa terhadap seluruh sektor bisnis, termasuk bisnis waralaba. Akibat pandemic, 953 dari 5.621 gerai waralaba harus menutup usaha mereka lebih cepat.

Demikian diungkapkan oleh Tri Raharjo, Ketua Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (Wali), saat membuka kegiatan Franchise & License Expo Indonesia (FLEI) 2022, Jumat (3/6/2022). Melihat kondisi ini, Perhimpunan Waralaba & Lisensi Indonesia (Wali) tidak tinggal diam, terus berupaya membangkitkan industri dengan berbagai cara, seperti dengan menggelar berbagai webinar serta event berskala nasional maupun internasional.

“Untuk webinar, kami peruntukkan untuk para pelaku franchise, dengan menghadirkan berbagai nara sumber kompeten di bidangnya. Webinar ini digelar sepanjang tahun pertama pandemi, dari bulan April – Desember 2020,” ungkap Tri Raharjo.

Sepanjang pelaksanaan, webinar Wali diikuti sedikitnya 2.000 pelaku franchise baik franchisor dan franchisee. Melalui webinar, peserta mendapatkan edukasi bagaimana beradaptasi dengan situasi pandemic serta bagaimana mengelola keuangan di tengah pandemi.

Dalam kegiatan tersebut, Wali juga memberikan edukasi mengenai perubahan model, konsep bisnis, dan dampak pandemi, serta bagaimana beradaptasi dengan situasi pandemi. Pelaku franchise juga diajarkan mengenai manfaat teknologi dan bagaimana mengoptimalkannya.

“Tidak sampai sampai di situ, para peserta juga diajarkan bagaimana memasarkan bisnis di tengah pandemi, dan satu lagi mengenai aspek hukum yang mungkin timbul akibat pandemi,” imbuh Tri Raharjo.

Berkat kegiatan Webinar tersebut, hasilnya, para pelaku franchise mampu bertahan. Bahkan, beberapa diantaranya malah mampu melakukan ekspansi. Berdasarkan survei yang kami lakukan pada 2021, diketahui terdapat sebanyak 25% pebisnis telah kembali membuka gerainya dan menyatakan pulih 100%, dan sisanya 75% beradaptasi secara bisnis.

Masih sebagai upaya membangkitkan bisnis waralaba dan lisensi di Indonesia, Wali juga mengadakan event berskala internasional ASEAN Franchise, License & Business Forum (AFLB) 2021. Event berformat webinar ini diselenggarakan tepat saat ulang tahun Wali ke-16 dan menjadi event terbesar karena diikuti 175 peserta dari 11 negara, yakni; Indonesia, Malaysia, Filipina, Vietnam, Thailand, Singapura, China, Jerman, Finlandia, Austria, dan Australia.

Bahkan di akhir tahun 2021, Wali juga menginisiasi Bizfest 2021 dengan menggandeng Kementerian Perdagangan dan organisasi lainnya. Kegiatan yang diikuti dengan festival belanja dan dihadiri 50 brand franchise ini bertujuan untuk menggairahkan investasi di sektor waralaba, serta mendorong kenaikan transaski outlet di masa pandemi.

“Tidak hanya sampai disitu pada 2021, Perhimpunan WALI terus mendorong pemulihan sector bisnis waralaba, lisensi dan kemitraan untuk pulih dengan bekerjasama dengan organisasi lain dan Kementerian Perdagangan RI dengan mengadakan BizFest (Bisnis Festival) yang bertujuan untuk menggairahkan investasi dan meningkatkan transaksi penjualan di gerai -gerai bisnis waralaba, lisensi dan kemitraan dengan mengadakan gelaran festival belanja dan festival peluang bisnis tercatat potensi & transaksi 35.9 M,"ungkap Tri Raharjo.

Sementara, ajang event Franchise & Lecense Expo Indonesia (FLEI) 2022 bekerja sama dengan Panorama Media, juga merupakan upaya untuk semakin menggairahkan bisnis waralaba dan lisensi di Indonesia. Mengusung tema “Getting Back to Growth” Wali persembahkan “One Stop Solution for Business Opportunity Seekers” untuk para pengunjung expo.

Semakin bergeliatnya bisnis franchise, lisensi dan kemitraan tentunya akan memberikan multiplier effect yang luar biasa terhadap  berbagai hal, seperti; SDM, properti, peningkatan ekonomi masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi di daerah.

Wali juga telah melakukan riset untuk mengetahui kondisi bisnis franchise, lisensi dan kemitraan, dari 566 data bisnis Franchise, Lisensi dan Kemitraan yang telah dilakukan update data, ada sebanyak 116.960 outlet yang telah di buka, baik outlet milik pribadi, maupun outlet milik mitra.

Untuk jumlah outlet, dari 116.960 outlet franchise, lisensi dan kemitraan. Minimarket menempati urutan pertama dalam hal outlet terbanyak dengan 37.622 outlet (32,16%), Jasa Kurir 16.405 outlet (14,02%), Fried Chicken (Booth & Container)  6.244 outlet (5,33%), Kebab dengan 3.819 outlet (3,26%),  Apotek dengan 2.212 outlet (1,89%), Minuman Kopi Kekinian dengan 1.797 outlet (1,53%), Thai Tea dengan 1.639 outlet (1,40%), Ayam Geprek dengan 1.557 outlet (1,33%), Laundri Satuan dengan 1.418 outlet (1,21%),, dan Fried Chicken (Mini Resto) dengan 1.288 outlet (1,10%).

Sementara itu, untuk besaran investasi Wali mengelompokkan peluang bisnnis tersebut menjadi 5 bagian, pertama bisnis dengan investasi <100 Juta, terdapat 218 Bisnis (38,52%), lalu bisnis dengan investasi 100-250 Juta terdapat 113 Bisnis (19,96%), kemudian bisnis dengan investasi 250-500 Juta terdapat 95 Bisnis (16,78%), selanjutnya untuk bisnis dengan investasi 500 Juta - 1 Miliar sebanyak 65 Bisnis (11,48%), bisnis dengan investasi >1 Miliar sebanyak 58 Bisnis (10,25%), dan bisnis yang tidak ada keterangan investasi terdapat 17 Bisnis (3,00%).

“Dari data-data di atas, kami optimistis bisnis waralaba, lisensi dan kemitraan akan semakin bergairah tahun depan. Alasannya, sekarang ini mulai terlihat SDM sudah mulai terserap, status pandemi yang akan berubah menjadi pandemi, dan 87% pengusaha franchise, lisensi dan kemitraan menyatakan siap melakukan ekspansi tahun depan,” jelas Tri Raharjo.

Lebih lenjut Tri Raharjo menjelaskan, kunci untuk membangkitkan bisnis waralaba, lisensi dan kemitraan di era digital seperti sekarang ini adalah dengan menggencarkan beragam inovasi, baik dalam hal produk maupun layanan.

Perkembangan teknologi digital telah menghadirkan lansekap baru dunia bisnis, dimana aktivitas bisnis tidak hanya di ranah offline, tapi juga terjadi di ranah online atau digital. Terlebih lagi aktivitas masyarakat saat ini semakin sering terhubung ke internet, membutuhkan sentuhan secara digital pula, mulai dari marketing, bahkan aktivitas penjualannya.  

“Untuk dapat bersaing, ada beberapa hal yang menjadi kunci keberhasilan bisnis franchise, yaitu; Brand, Sistem, Training, Support, Tim Manajemen, Performance, dan Success Rate,” tutup Tri Raharjo.


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


Deretan Brand Franchise dan Kemitraan dengan Peluang Bisnis Berpotensi

Deretan Brand Franchise dan Kemitraan dengan Peluang Bisnis Berpotensi
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Gelombang Pendemi Covid-19 yang mulai terjadi awal tahun 2020 sempat menahan laju pertumbuhan bisnis waralaba, lisensi dan kem...


Kriteria Brand Pilihan Konsumen di Ranah Digital

Kriteria Brand Pilihan Konsumen di Ranah Digital
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Status Pandemi Covid-19 yang telah turun menuju Endemi mendorong pemerintah terus melakukan pelonggaran berbagai kegiatan masy...


Brand-Brand Ternama di Ranah Digital Indonesia Raih Digital Popular Brand Award

Brand-Brand Ternama di Ranah Digital Indonesia Raih Digital Popular Brand Award
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Masifnya penggunaan internet di kalangan masyarakat selama Pandemi Covid-19 telah melahirkan habit baru dalam memenuhi kegiata...


Milenial Berpotensi Dominasi Pelaku Bisnis Waralaba di Tanah Air

Milenial Berpotensi Dominasi Pelaku Bisnis Waralaba di Tanah Air
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Ide bisnis selalu berinovasi tanpa habisnya. Tak mau pusing dengan konsep dan segala kebutuhannya, bisnis waralaba atau franch...