Biru di SPBU, Perkuat Ekosistem One-Stop Service
Biru Container hadir di SPBU Pertamina untuk memperkuat one-stop service dan pengembangan Non-Fuel Retail melalui kolaborasi Biru dan Pertamina Patra Niaga.
Peluncuran perdana Biru Container di SPBU Juanda Surabaya sebagai bagian penguatan layanan terpadu.
INFOBRAND.ID, Jakarta – PT Biru Semesta Abadi, pemilik merek Depo Air Minum Biru, bekerja sama dengan PT Pertamina Patra Niaga menghadirkan Biru Container di SPBU Pertamina. Inisiatif ini menjadi bagian dari pengembangan ekosistem layanan terpadu (one-stop service) yang mengintegrasikan kebutuhan energi dan air minum dalam satu lokasi. Kolaborasi lintas industri tersebut juga mendukung penguatan bisnis Non-Fuel Retail (NFR) di jaringan SPBU Pertamina.
Realisasi awal kerja sama ini ditandai dengan peluncuran perdana Biru Container di SPBU Juanda, Sidoarjo, Surabaya. Kehadiran gerai berbasis kontainer ini menjadi tahap awal pengembangan inovasi depo air minum isi ulang yang dirancang untuk menjawab kebutuhan mobilitas tinggi, efisiensi waktu, serta konsistensi standar kualitas air minum. Surabaya dipilih karena memiliki nilai historis dan strategis sebagai kota lahirnya industri depo air minum isi ulang di Indonesia pada 1998, sekaligus lokasi kantor pusat PT Biru Semesta Abadi. Teknologi, konsep usaha, dan standar operasional yang digunakan Air Minum Biru saat ini juga berawal dari kota tersebut, sehingga menjadikannya titik awal pengembangan Biru Container. Peluncuran ini berfungsi sebagai pilot project sebelum diterapkan di kota-kota lain.
Biru Container merupakan format gerai Air Minum Biru yang secara khusus dirancang untuk ditempatkan di area seperti SPBU. Standar kualitas dan sistem pengolahan air yang digunakan sepenuhnya konsisten dengan gerai Air Minum Biru lainnya. Gerai ini tetap menggunakan 100% Teknologi Ozon, dengan kualitas air, harga, jam operasional, serta standar pelayanan yang setara dengan 831 gerai Air Minum Biru di seluruh Indonesia. Perbedaannya terletak pada desain fisik yang menggunakan konsep kontainer agar lebih adaptif dengan karakter lokasi SPBU. Dalam uji coba operasional, Biru Container tercatat mampu melayani hingga 600 galon per hari, sehingga mendukung kebutuhan di area dengan tingkat kunjungan tinggi.
Melalui kehadiran Biru Container di SPBU, masyarakat dapat memenuhi dua kebutuhan primer—energi untuk mobilitas dan air minum berkualitas—dalam satu kunjungan. Konsep ini memanfaatkan SPBU sebagai lokasi yang sudah menjadi bagian dari rutinitas harian, sehingga menawarkan kemudahan dan efisiensi waktu bagi konsumen.
Direktur PT Biru Semesta Abadi, Yantje Wongso, menyampaikan bahwa peluncuran ini merupakan realisasi dari rencana kolaborasi yang telah disepakati bersama Pertamina.
“Apa yang telah kami canangkan sebagai payung kerja sama dengan Pertamina di bulan Februari tahun 2025 yang lalu, pada hari ini mulai kami realisasikan. Memang dibutuhkan waktu untuk memulai sebuah inovasi, namun dengan pemikiran yang cermat, kami meyakini inovasi Biru melalui Biru Container dapat berjalan dengan baik dan memenuhi kebaikan bagi semua pihak. Utamanya, kolaborasi ini hadir untuk melayani masyarakat melalui konsep one-stop service dalam satu ekosistem layanan terintegrasi antara Biru dan Pertamina,” ujar Yantje.
Dari sisi industri, kolaborasi ini mencerminkan penguatan sinergi lintas sektor, di mana layanan air minum sebagai kebutuhan dasar masyarakat terintegrasi dengan infrastruktur SPBU yang selama ini identik dengan energi dan mobilitas. Pendekatan ini menunjukkan pengembangan ekosistem bisnis yang saling melengkapi.
Senior Officer Non-Fuel Retail Business PT Pertamina Patra Niaga, Ariyanti Chandra Dewi, menjelaskan bahwa diversifikasi layanan menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam meningkatkan daya saing SPBU.
“Pengembangan Non-Fuel Retail merupakan fokus kami untuk menghadirkan nilai tambah bagi SPBU dan pelanggan. Kolaborasi dengan Biru membuka peluang pengembangan layanan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari, sekaligus memperkuat peran SPBU sebagai pusat layanan terpadu,” jelas Ariyanti.
Model pengisian langsung tanpa layanan pengantaran yang diterapkan Air Minum Biru juga mendukung efisiensi energi, dengan memanfaatkan infrastruktur yang telah tersedia tanpa menambah kebutuhan distribusi.
Pada tahap awal, kerja sama ini menargetkan pengembangan hingga 20 gerai Biru Container di area SPBU Pertamina secara bertahap. Setelah Surabaya, pengembangan direncanakan berlanjut ke Jakarta pada Maret 2026, sebelum diperluas ke kota-kota lain di Indonesia. Dalam jangka panjang, Pertamina Patra Niaga membuka peluang eksplorasi di sekitar 6.000 SPBU sebagai bagian dari strategi pengembangan NFR. Kolaborasi ini juga berpotensi mendorong terciptanya lapangan kerja baru di tingkat lokal untuk mendukung operasional gerai.
Peluncuran Biru Container turut memperoleh pencatatan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai Depo Air Minum Kontainer Pertama. Pencatatan tersebut mencerminkan inovasi format dan model bisnis Biru Container dalam mengintegrasikan layanan air minum berkualitas dengan harga terjangkau di area SPBU.

