Ahad, 18 Januari 2026

Follow us:

infobrand
11th INFOBRAND

ASDP Perketat Keselamatan Pelayaran Cuaca Ekstrem

ASDP memperketat keselamatan pelayaran di tengah cuaca ekstrem melalui pemantauan cuaca, kesiapan armada, dan koordinasi otoritas.

ASDP Perketat Keselamatan Pelayaran Cuaca Ekstrem Kapal ASDP beroperasi dengan standar keselamatan ketat di tengah cuaca ekstrem.

INFOBRAND.ID, Jakarta – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memperketat penerapan standar keselamatan pelayaran di tengah cuaca ekstrem yang masih melanda sejumlah wilayah perairan Indonesia. Langkah ini dilakukan melalui peningkatan pemantauan cuaca, kesiapan armada, serta koordinasi intensif dengan otoritas terkait guna memastikan layanan penyeberangan penumpang dan logistik tetap berjalan aman dan terkendali.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo menyampaikan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama perusahaan dalam seluruh aktivitas operasional penyeberangan. Komitmen tersebut diterapkan secara konsisten baik pada layanan penumpang maupun angkutan logistik. “ASDP terus memperketat aspek keselamatan dalam setiap operasional penyeberangan, baik untuk angkutan penumpang maupun logistik,” ujar Heru.

Dalam sepekan terakhir, kondisi cuaca ekstrem tercatat masih terjadi di beberapa wilayah perairan Sulawesi. Situasi tersebut dihadapi kapal motor penumpang KMP Nuku yang melayani lintasan Kendari–Konawe Kepulauan pada Minggu (11/1/2026). Kapal tersebut tetap melanjutkan pelayaran di tengah hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi.

IKLAN INFOBRAND.ID

inject article ibos 1

Meski menghadapi kondisi cuaca yang menantang, KMP Nuku berhasil sandar dengan selamat di Pelabuhan Langara, Pulau Wawoni, sekitar pukul 22.00 Wita. Seluruh penumpang dilaporkan dalam keadaan aman. Sebelumnya, sempat beredar video di media sosial yang memperlihatkan kepanikan penumpang saat kapal menghadapi cuaca buruk. Dalam rekaman tersebut, penumpang terlihat mengenakan jaket pelampung sebagai langkah antisipasi. “Peristiwa ini menjadi gambaran nyata tingginya risiko pelayaran di tengah cuaca ekstrem yang masih berlangsung,” kata Heru.

Dampak cuaca ekstrem juga dialami kapal kargo milik ASDP, KM Kendhaga Nusantara 4. Saat kejadian, kapal berada dalam kondisi lego jangkar atau tidak beroperasi di Makassar Anchorage Area. Pada Senin sekitar pukul 05.30 Wita, kapal tersebut dilaporkan mengalami larat akibat angin kencang dan gelombang tinggi.

Berdasarkan laporan internal ASDP, cuaca saat itu ditandai hujan deras dengan kecepatan angin barat mencapai 47 knot. Kondisi tersebut menyebabkan kapal sempat mengalami kandas. ASDP segera melakukan penanganan sesuai dengan prosedur keselamatan yang berlaku. Proses penarikan kapal kargo yang melayani rute Makassar–Ereke–Raha–Sikeli–Makassar telah diselesaikan. “Kapal berhasil dilepaskan dari kondisi kandas dan kini telah berlabuh dengan aman di area rede anchorage. Seluruh tahapan penanganan berjalan sesuai rencana tanpa kendala lanjutan,” jelas Heru.

IKLAN INFOBRAND.ID

Inject Article IBOS 2

Tak Paksakan Perjalanan Laut

Seiring masih berlanjutnya potensi cuaca ekstrem, ASDP mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak memaksakan perjalanan laut. Imbauan tersebut sejalan dengan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan cuaca ekstrem di wilayah Sulawesi berpotensi berlangsung hingga pertengahan Januari 2026.

IKLAN INFOBRAND.ID

Inject Article IBOS 3

BMKG mencatat peningkatan intensitas hujan dipengaruhi sejumlah faktor atmosfer, antara lain La Nina lemah, aktivitas madden-julian oscillation (MJO), anomali outgoing longwave radiation (OLR) negatif, serta perambatan gelombang ekuator. Faktor-faktor tersebut berpotensi memicu hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi di wilayah perairan.

Heru menegaskan bahwa prakiraan BMKG menjadi acuan utama ASDP dalam menetapkan kebijakan operasional penyeberangan. “Dengan potensi cuaca ekstrem yang masih berlanjut, ASDP menegaskan komitmen untuk selalu mengutamakan keselamatan,” ujarnya. Ia juga mengajak masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan cermat, mempersiapkan diri secara optimal, serta menunda penyeberangan apabila kondisi cuaca dinilai tidak aman. “Keselamatan penumpang, awak kapal, dan seluruh pengguna jasa merupakan tanggung jawab bersama,” tegas Heru.

Secara berkelanjutan, ASDP melakukan pemantauan kondisi cuaca, pemeriksaan kesiapan kapal, serta koordinasi dengan KSOP, BPTD, BMKG, dan unsur TNI/Polri sebelum setiap keberangkatan. Penyesuaian jadwal hingga penundaan operasional akan diberlakukan apabila kondisi dinilai berisiko, sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan pelayaran di tengah cuaca ekstrem.


Share This Article!

Video Pilihan dari INFOBRAND TV