BAF Perkuat Komitmen ESG Lewat Keanggotaan IGCN
BAF resmi bergabung dengan IGCN untuk memperkuat komitmen ESG dan integrasi keberlanjutan dalam strategi bisnis jangka panjang.
Bussan Auto Finance
INFOBRAND.ID, Jakarta – PT Bussan Auto Finance (BAF) resmi bergabung dengan UN Global Compact Network Indonesia (IGCN) sebagai bagian dari penguatan komitmen perusahaan terhadap penerapan prinsip environmental, social, and governance (ESG). Langkah ini menandai upaya BAF dalam mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke dalam strategi dan operasional bisnis secara lebih terstruktur.
Proses onboarding keanggotaan dilaksanakan pada 29 Januari 2026. Melalui keikutsertaan dalam jaringan UN Global Compact, BAF berupaya mempercepat transformasi perusahaan dengan memperkuat aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola yang sejalan dengan 10 Prinsip UN Global Compact serta Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
Managing Director BAF Sigit Sembodo menyampaikan bahwa keanggotaan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan. Ia menekankan bahwa pertumbuhan bisnis harus berjalan selaras dengan tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat.
“Kami percaya bahwa Integrasi prinsip keberlanjutan dalam strategi dan operasional akan menciptakan nilai jangka panjang bagi pemangku kepentingan, sekaligus memperkuat ketahanan dan relevansi bisnis BAF ke depan,” ujar Sigit dalam keterangannya, Rabu (18/2).
Melalui proses onboarding tersebut, IGCN memperkenalkan berbagai program dan inisiatif yang dapat dimanfaatkan oleh anggota, termasuk BAF. Program tersebut mencakup pengembangan kapasitas, kelompok kerja tematik, serta platform kolaborasi lintas anggota yang dirancang untuk mendorong implementasi agenda ESG secara konkret di tingkat perusahaan.
Senior Manager – Member Relations, Communications & Partnerships UN Global Compact Network Indonesia Evy Rosriani menyambut bergabungnya BAF sebagai anggota baru. Ia menilai langkah ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam praktik bisnis.
Menurutnya, IGCN membuka ruang kolaborasi bagi para anggota untuk menerjemahkan komitmen keberlanjutan menjadi program nyata yang selaras dengan prinsip global sekaligus mendukung prioritas pembangunan nasional. Dukungan tersebut diharapkan dapat mempercepat implementasi ESG di berbagai sektor industri.
Keanggotaan BAF di IGCN juga menegaskan fokus perusahaan pada praktik usaha yang berlandaskan tata kelola yang baik, transparansi, dan akuntabilitas. Melalui partisipasi aktif dalam jaringan ini, BAF berupaya memperkuat tata kelola perusahaan sekaligus memperdalam integrasi ESG dalam berbagai lini operasional, termasuk aktivitas pembiayaan.
Keterlibatan dalam forum global seperti UN Global Compact memberikan akses bagi perusahaan untuk berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Hal ini memungkinkan pertukaran praktik terbaik dan pengembangan strategi keberlanjutan yang lebih terukur.
Selain itu, keanggotaan ini diharapkan dapat memperluas kontribusi BAF terhadap agenda pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Dengan mengadopsi prinsip ESG secara konsisten, perusahaan menempatkan keberlanjutan sebagai bagian dari fondasi pertumbuhan bisnis jangka panjang.
Langkah BAF bergabung dengan IGCN menunjukkan meningkatnya perhatian pelaku industri terhadap integrasi ESG dalam model bisnis. Melalui kolaborasi dan partisipasi aktif dalam ekosistem keberlanjutan, perusahaan berupaya menjaga relevansi bisnis sekaligus memperkuat dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.

