Garansi Panjang Jadi Faktor Penentu di Industri Elektronik
Garansi panjang semakin jadi faktor penting dalam industri elektronik, mencerminkan komitmen kualitas dan keandalan produk jangka panjang.
Ilustrasi produk elektronik rumah tangga Steko yang menonjolkan pentingnya garansi jangka panjang bagi konsumen.
INFOBRAND.ID, Jakarta – Persaingan industri elektronik yang semakin dinamis mendorong konsumen untuk lebih memperhatikan jaminan kualitas jangka panjang. Produk elektronik seperti kulkas, mesin cuci, AC, hingga showcase chiller tidak lagi dipandang sebagai barang konsumsi sesaat, melainkan investasi yang diharapkan dapat digunakan dalam waktu lama.
Dalam konteks tersebut, garansi panjang menjadi salah satu pertimbangan utama dalam proses pengambilan keputusan. Konsumen tidak hanya menilai fitur dan harga, tetapi juga mengaitkannya dengan tingkat keandalan produk dalam penggunaan jangka panjang, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun bisnis.
Steko menempatkan aspek ini sebagai bagian dari strategi merek dengan menghadirkan garansi terpanjang pada sejumlah lini produknya. Kebijakan ini disebut sebagai bentuk keyakinan terhadap kualitas desain, pemilihan material, serta proses produksi yang dijalankan secara konsisten.
Presiden Direktur Steko, Harmoko Basuki, menyampaikan bahwa pemberian garansi panjang merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan kepada konsumen. Menurutnya, langkah tersebut berkaitan langsung dengan komitmen kualitas yang dibangun perusahaan.
“Kami memahami bahwa konsumen menginginkan ketenangan dalam jangka panjang, dan itu yang ingin kami berikan,” ujarnya, Kamis (19/2).
Dalam industri manufaktur, memperpanjang masa garansi berarti memperbesar komitmen layanan purna jual di masa depan. Karena itu, kebijakan ini disebut didasarkan pada standar kualitas yang dirancang untuk penggunaan jangka panjang.
Harmoko menjelaskan bahwa beberapa produk elektronik beroperasi hampir tanpa henti, khususnya di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Produk seperti showcase chiller dan chest freezer, misalnya, digunakan setiap hari dalam durasi panjang, sehingga aspek daya tahan dan kestabilan performa menjadi prioritas.
Kondisi serupa juga berlaku pada konsumen rumah tangga. Perangkat seperti kulkas, mesin cuci, dan AC bekerja dalam siklus harian yang panjang, sehingga tingkat keandalan menjadi pertimbangan penting. Dalam konteks ini, garansi panjang dinilai memberikan tambahan rasa aman bagi pengguna, sekaligus menjadi indikator bahwa produk dirancang untuk penggunaan berkelanjutan.
Lebih lanjut, Harmoko menyebut kebijakan garansi panjang sebagai bagian dari visi jangka panjang perusahaan di Indonesia. Menurutnya, strategi ini juga berkaitan dengan upaya membangun relasi berkelanjutan dengan pelanggan melalui dukungan layanan yang konsisten.
“Ketika kami memberikan garansi yang lebih panjang di kelasnya, itu berarti kami siap berdiri memberikan dukungan terbaik di belakang produk kami,” jelas dia.
Di tengah perubahan perilaku konsumen yang semakin rasional, pendekatan berbasis garansi dinilai menjadi diferensiasi yang relevan dalam industri elektronik. Konsumen kini cenderung mempertimbangkan nilai jangka panjang dari produk, termasuk biaya perawatan, keandalan performa, dan dukungan purna jual.
Dalam konteks tersebut, garansi tidak lagi sekadar pelengkap dalam strategi pemasaran, melainkan bagian dari representasi standar kualitas. Kebijakan garansi panjang mencerminkan kesiapan produsen dalam menghadirkan produk yang dirancang untuk penggunaan berkelanjutan, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun operasional bisnis.

