Ahad, 18 Januari 2026

Follow us:

infobrand
11th INFOBRAND

PGE Targetkan 1 GW Kapasitas Panas Bumi dalam Tiga Tahun

PGE memperkuat pengembangan panas bumi dan menargetkan kapasitas 1 GW dalam tiga tahun untuk mendukung transisi energi nasional.

PGE Targetkan 1 GW Kapasitas Panas Bumi dalam Tiga Tahun Aktivitas pengembangan pembangkit panas bumi oleh PGE sebagai bagian dari strategi energi bersih nasional.

INFOBRAND.ID, Jakarta – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) memperkuat pengembangan panas bumi sepanjang 2025 sebagai bagian dari strategi peningkatan kapasitas energi bersih nasional. Perusahaan menargetkan kapasitas terpasang mencapai 1 gigawatt (GW) dalam dua hingga tiga tahun ke depan, sebelum ditingkatkan secara bertahap menjadi 1,8 GW pada 2033.

Target tersebut didukung oleh potensi panas bumi sekitar 3 GW yang berasal dari 10 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) yang dikelola secara mandiri oleh PGE. Potensi ini menjadi fondasi utama dalam mendorong ekspansi kapasitas sekaligus memastikan keberlanjutan pengembangan energi panas bumi di Indonesia.

Upaya peningkatan kapasitas panas bumi dilakukan melalui berbagai langkah strategis yang telah dijalankan sejak tahun lalu. Strategi tersebut mencakup penguatan pengelolaan operasi, optimalisasi aset eksisting, hingga penambahan kapasitas terpasang. Seluruh langkah ini diselaraskan dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025–2034. Dalam dokumen tersebut, porsi pembangkit energi baru terbarukan ditargetkan mencapai 76 persen, dengan kontribusi panas bumi sebesar 5,2 GW.

IKLAN INFOBRAND.ID

inject article ibos 1

Direktur Operasi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Ahmad Yani menyampaikan bahwa sepanjang 2025 perusahaan terus memperkuat posisinya melalui penyediaan solusi energi bersih yang inklusif dan inovatif untuk pengembangan panas bumi nasional.

"Berbagai capaian yang diraih sepanjang tahun ini ini mencerminkan konsistensi dalam menjalankan andala operasi, meningkatkan kapasitas terpasang, serta memastikan setiap langkah pengembangan berjalan selaras dengan prinsip keberlanjutan dan tata kelola perusahaan yang baik," ujar Ahmad dalam keterangan resmi, Rabu (13/1).

Salah satu capaian operasional pada 2025 adalah mulai beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 2. Pengoperasian unit ini meningkatkan kapasitas terpasang yang dikelola langsung oleh PGE menjadi 727 megawatt (MW), dari sebelumnya 672 MW. Penambahan kapasitas tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga keandalan pasokan listrik berbasis energi bersih.

Untuk pengembangan jangka menengah hingga panjang, PGE juga memulai tahap eksplorasi greenfield PLTP Gunung Tiga di Lampung. Proyek ini memiliki potensi kapasitas sekitar 55 MW dan diarahkan untuk memastikan ketersediaan cadangan panas bumi sekaligus memperluas basis sumber energi berbasis lokal. Langkah eksplorasi ini menjadi bagian dari strategi menjaga kesinambungan pengembangan panas bumi di masa mendatang.

IKLAN INFOBRAND.ID

Inject Article IBOS 3

Sejumlah proyek panas bumi yang dijalankan PGE tercantum dalam Blue Book 2025–2029 Kementerian PPN/Bappenas. Pencantuman tersebut menunjukkan peran proyek panas bumi dalam mendukung agenda investasi energi berkelanjutan serta kontribusinya terhadap pencapaian target energi nasional.

Selain fokus pada pengembangan pembangkit listrik, PGE mulai memperluas pemanfaatan panas bumi ke sektor lain. Panas bumi tidak hanya diposisikan sebagai sumber pembangkit listrik, tetapi juga memiliki potensi untuk dikembangkan ke berbagai penggunaan lanjutan seiring dengan terbukanya peluang komersial di masa depan.

Dalam jangka menengah, pengembangan hidrogen hijau dan amonia hijau diperkirakan mulai tumbuh di pasar domestik pada 2030 dan menjadi bagian dari arah pengembangan perusahaan. Inisiatif ini mencerminkan upaya diversifikasi pemanfaatan panas bumi sebagai sumber energi rendah karbon.

Hingga saat ini, PGE mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi dengan total kapasitas terpasang mencapai 1.932 MW. Dari jumlah tersebut, 727 MW dioperasikan dan dikelola langsung oleh PGE, sementara 1.205 MW dijalankan melalui skema Kontrak Operasi Bersama. Kapasitas panas bumi di wilayah kerja PGE menyumbang sekitar 70 persen dari total kapasitas panas bumi nasional dan berpotensi menekan emisi karbon hingga sekitar 10 juta ton CO₂ per tahun.


Share This Article!

Video Pilihan dari INFOBRAND TV