100 Ton Beras Disalurkan untuk Warga Terdampak Banjir Aceh
NHM salurkan 100 ton beras dan bantuan pangan untuk warga terdampak banjir Aceh sebagai bagian dari respons kebencanaan nasional.
Distribusi bantuan pangan NHM Peduli untuk masyarakat terdampak banjir di Aceh.
INFOBRAND.ID, Jakarta – Menjelang bulan suci Ramadhan, kebutuhan pangan masyarakat terdampak bencana banjir di Aceh masih menjadi perhatian berbagai pihak. Untuk membantu meringankan beban warga, sebanyak 100 ton beras dan 800 ribu bungkus mi instan disalurkan sebagai bantuan kemanusiaan ke wilayah terdampak.
Bantuan tersebut disalurkan oleh PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) melalui program tanggung jawab sosial perusahaan, NHM Peduli. Penyaluran ini merupakan bagian dari respons perusahaan terhadap situasi kebencanaan, baik di sekitar wilayah operasional maupun pada skala nasional. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak bencana alam.
“Bantuan yang disalurkan meliputi 100 ton beras yang diangkut menggunakan 12 unit truk, serta 10 kontainer mi instan atau setara dengan 800.000 bungkus. Proses serah terima bantuan dilaksanakan pada 29–30 Januari 2026 di Medan, sebelum selanjutnya didistribusikan ke wilayah terdampak di Aceh,” kata Kepala Divisi Pengembangan Berkelanjutan NHM Peduli, Irwan Malaka, dalam keterangan tertulis.
Penyaluran bantuan tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Aceh. Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menyampaikan terima kasih kepada Presiden Direktur NHM Haji Robert Nitiyudo Wachjo, beserta jajaran direksi, manajemen, dan karyawan perusahaan atas dukungan yang diberikan kepada masyarakat Aceh.
“Kami mengapresiasi dukungan dan kepedulian NHM yang telah membantu masyarakat Aceh terdampak bencana. Bantuan ini sangat berarti dan menunjukan semangat kebersamaan serta gotong royong dalam membantu sesama,” ujar Muzakir Manaf.
Kegiatan penyaluran bantuan dipimpin oleh Said Azis yang mewakili manajemen NHM, didampingi oleh Kepala Divisi Pengembangan Berkelanjutan NHM Peduli, Irwan Malaka, serta sejumlah staf pendamping. Proses distribusi juga melibatkan perwakilan Pemerintah Provinsi Aceh, yakni staf Gubernur Aceh, H. Abd. Jalil, yang menjabat sebagai Ketua Dewan Ekonomi Aceh (DEA) sekaligus Anggota Pengawas Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA).
Said Azis menjelaskan bahwa seluruh proses penyiapan hingga pengiriman bantuan membutuhkan waktu sekitar 12 hari dan melibatkan koordinasi lintas wilayah. Distribusi logistik dilakukan secara bertahap untuk memastikan bantuan dapat tiba sesuai dengan kebutuhan dan arahan pemerintah daerah.
“Pengiriman beras dimulai dari Jawa menuju Medan, kemudian didistribusikan ke gudang di wilayah Langsa. Setelah dilakukan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST), sebagian beras kembali didistribusikan ke Lhokseumawe sesuai arahan Pemerintah Provinsi Aceh. Sementara itu, mi instan diambil langsung dari pabrik dan dikirim secara bertahap menggunakan 10 truk tronton menuju Aceh,” jelas Said Azis.
Sementara itu, Irwan Malaka menegaskan bahwa program NHM Peduli terus dijalankan sebagai sarana perusahaan dalam menjalankan peran sosialnya, khususnya dalam situasi darurat dan kebencanaan. “Kami berupaya hadir dan memberikan kontribusi nyata, tidak hanya di wilayah lingkar tambang, tetapi juga dalam merespons bencana dan kondisi darurat di tingkat nasional. Bantuan ini merupakan wujud komitmen NHM untuk mendukung masyarakat terdampak di berbagai daerah di Indonesia,” ujarnya.
Sebelumnya, pada Desember 2025, NHM juga menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir di Sumatera Utara. Penyaluran tersebut dilakukan melalui Tim Emergency Response Team (ERT) yang terjun langsung ke lapangan untuk mendukung proses evakuasi dan distribusi logistik. Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan bersinergi bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam rangka mendukung keselamatan warga serta kelancaran penanganan bencana.

