Rabu, 11 Februari 2026

Follow us:

infobrand

Sekolah Alam HCV Wilmar untuk Edukasi Konservasi

Wilmar Group mengelola sekolah alam di kawasan HCV Kalimantan Tengah untuk edukasi konservasi dan lingkungan bagi pelajar sejak 2021.

Sekolah Alam HCV Wilmar untuk Edukasi Konservasi Kegiatan sekolah alam Wilmar Group di kawasan HCV Kalimantan Tengah sebagai sarana edukasi konservasi bagi pelajar.

INFOBRAND.ID, Jakarta – PT Mentaya Sawit Mas dan PT Karunia Kencana Permai, yang merupakan bagian dari Wilmar Group, memanfaatkan kawasan Hutan Bernilai Konservasi Tinggi atau High Conservation Value (HCV) sebagai sarana edukasi lingkungan melalui program sekolah alam. Dua kawasan HCV yang berlokasi di Kalimantan Tengah (Kalteng) tersebut memiliki luas total 5.211 hektare dan dikelola sebagai ruang pembelajaran berbasis alam bagi pelajar.

Pemanfaatan kawasan HCV sebagai sekolah alam ditujukan untuk menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap hutan dan kelestarian lingkungan. Program ini mulai dijalankan pada 2021 dan terus berlanjut hingga kini. Dalam periode 2023–2025, tercatat sebanyak 1.380 siswa telah mengikuti kegiatan tersebut. Sejak 2024, Wilmar Group juga menggandeng Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah guna memperkaya materi pembelajaran melalui pendampingan langsung dari penyuluh konservasi.

Manager HCV Wilmar Central Kalimantan Project, Moch Dasrial, menjelaskan bahwa program sekolah alam dilaksanakan di kawasan Eco Trail HCV yang telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas dan aktivitas edukatif. Kegiatan tersebut mencakup pengenalan tumbuhan dan satwa liar dilindungi, edukasi mengenai nilai-nilai konservasi, serta aktivitas survival ringan seperti berjalan menyusuri jalur hutan atau jungle track.

Melalui kegiatan ini, para siswa diperkenalkan pada fungsi kawasan konservasi, ragam flora dan fauna yang dilindungi, serta berbagai ancaman terhadap ekosistem hutan. Selain menerima materi, peserta juga diajak mengaplikasikan pembelajaran sekolah secara langsung di alam terbuka. “Inisiatif ini bertujuan agar siswa mendapatkan pengalaman dan belajar langsung tentang alam,” ujar Dasrial.

Dalam keterangan yang dikutip Senin (9/2), disebutkan bahwa satwa yang diperkenalkan kepada siswa antara lain orang utan, buaya muara, rangkong, rusa sambar, serta berbagai jenis satwa liar lainnya. Para peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai ancaman perburuan dan pembukaan lahan yang dapat memengaruhi kelestarian habitat.

“Sesi ini menjadi pembuka wawasan, khususnya bagi siswa SD yang baru pertama kali mengunjungi kawasan konservasi,” ungkap dia. Usai sesi pemaparan, para siswa diajak menjelajahi jalur konservasi sepanjang kurang lebih satu kilometer. Sepanjang rute tersebut, petugas memberikan penjelasan mengenai peran pohon-pohon lokal, keberadaan burung endemik, serta tanda-tanda aktivitas satwa liar.

Kegiatan sekolah alam di kawasan HCV Wilmar Group ditutup dengan aktivitas penanaman pohon yang menjadi simbol pembelajaran konservasi. Dalam setiap kegiatan, sekitar 100 bibit pohon ditanam bersama para siswa. Jenis tanaman yang digunakan antara lain balau merah (Shorea balangeran), durian (Durio zibethinus), dan gaharu tanduk (Aquilaria beccariana), serta nangka monyet (Artocarpus rigidus) dan jambu-jambuan (Syzygium pendens).

Sejak program sekolah alam dimulai, total sebanyak 2.480 pohon telah ditanam. “Jenis Shorea balangeran termasuk kategori Critically Endangered (CR) menurut IUCN. Sementara jenis lain berfungsi sebagai pakan satwa liar di area HCV,” ujar Dasrial.

Ia menambahkan bahwa kegiatan penanaman pohon tidak hanya berfokus pada edukasi lingkungan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran mengenai Environment, Health, and Safety (EHS). Melalui pendekatan ini, siswa diperkenalkan pada pentingnya keselamatan dasar dalam beraktivitas serta penerapan perilaku hidup sehat.

Selain aspek lingkungan dan keselamatan, kegiatan sekolah alam juga melibatkan praktik kerja sama dan pembagian peran selama aktivitas berlangsung. Para siswa terlibat langsung dalam proses penanaman pohon dengan menerapkan prinsip keselamatan dan koordinasi yang telah dijelaskan sebelumnya.

Program sekolah alam di kawasan HCV Wilmar Group memberikan pengalaman belajar di luar ruang kelas bagi peserta didik usia dini. Melalui interaksi langsung dengan alam, siswa memperoleh pemahaman mengenai fungsi hutan, keanekaragaman hayati, serta upaya pelestariannya. “Setiap bibit yang mereka tanam menjadi simbol harapan bagi masa depan tentang kesabaran, tanggung jawab, dan cinta terhadap bumi,” tandas Dasrial.


Share This Article!

Video Pilihan dari INFOBRAND TV