Ahad, 11 Januari 2026

Follow us:

infobrand
11th INFOBRAND

Spin-off BTN, Bank Syariah Nasional Resmi Beroperasi

Bank Syariah Nasional resmi beroperasi setelah spin-off dari BTN, memperkuat posisi sebagai bank syariah terbesar kedua di Indonesia.

Spin-off BTN, Bank Syariah Nasional Resmi Beroperasi Bank Syariah Nasional yang mulai beroperasi penuh secara nasional pasca spin-off BTN.

INFOBRAND.ID, Jakarta – Bank Syariah Nasional resmi beroperasi sebagai bank umum syariah mandiri setelah PT Bank Syariah Nasional (BSN) menyelesaikan proses pemisahan usaha atau spin-off dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Operasional penuh dimulai pada 22 Desember 2025, menandai transformasi Unit Usaha Syariah (UUS) BTN menjadi entitas perbankan syariah yang berdiri sendiri.

IKLAN INFOBRAND.ID

inject article ibos 1

Peresmian ini menempatkan BSN sebagai bank umum syariah terbesar kedua di Indonesia dari sisi aset. Seluruh jaringan kantor telah beroperasi secara nasional setelah perseroan memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BTN pada November 2025 dan menyelesaikan proses penggabungan dengan Bank Victoria Syariah.

Direktur Utama Bank Syariah Nasional Alex Sofjan Noor menyampaikan bahwa dimulainya operasional nasional menjadi titik awal perjalanan baru perusahaan. “Dengan kekuatan fundamental yang dimiliki BSN serta peluang yang masih terbuka luas di ekosistem perbankan syariah, perseroan dapat meningkatkan kinerja sekaligus memantapkan posisi sebagai katalisator,” ujar Alex dalam keterangannya.

Proses spin-off ini mengakhiri status BSN sebagai Unit Usaha Syariah dari Bank Tabungan Negara. Pemisahan dilakukan sesuai ketentuan regulator dan telah melalui tahapan konsolidasi permodalan serta penyelarasan sistem operasional. Setelah penggabungan UUS BTN dengan Bank Victoria Syariah, total aset BSN tercatat sebesar Rp71,3 triliun per November 2025.

IKLAN INFOBRAND.ID

Inject Article IBOS 2

Dampak spin-off BTN terhadap nasabah

Manajemen BSN memastikan proses transisi tidak berdampak pada nasabah. Seluruh layanan dan produk perbankan tetap dapat digunakan tanpa perubahan administratif. “Keamanan dan kenyamanan nasabah adalah prioritas utama BSN,” ujar Alex.

Ia menjelaskan bahwa peralihan dilakukan secara terstruktur dan bertahap, termasuk migrasi sistem serta penguatan tata kelola. Langkah tersebut bertujuan memastikan operasional layanan tetap berjalan normal sejak hari pertama BSN beroperasi secara nasional.

Fokus pengembangan produk dan penguatan jaringan

BSN menilai peluang pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia masih terbuka, terutama di luar segmen pembiayaan perumahan yang selama ini menjadi fokus UUS BTN. Sejumlah produk seperti tabungan emas, tabungan haji dan umrah, serta gadai emas menjadi area pengembangan berikutnya.

IKLAN INFOBRAND.ID

Inject Article IBOS 3

Indonesia memiliki populasi Muslim terbesar di dunia dengan jumlah mencapai 242,7 juta jiwa. Namun, Indeks Inklusi Keuangan Syariah masih berada di level 12,88 persen, sementara Indeks Literasi Keuangan Syariah mencapai 39,11 persen pada 2024. Data tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara tingkat pemahaman masyarakat dan akses terhadap layanan keuangan syariah.

Menurut manajemen, tantangan utama industri perbankan syariah saat ini adalah memperluas jangkauan produk dan layanan agar dapat diakses oleh segmen masyarakat yang lebih luas. Untuk menjawab tantangan tersebut, BSN memfokuskan pengembangan layanan berbasis digital guna mempermudah akses masyarakat di berbagai wilayah.

Di sisi jaringan fisik, BSN mengoptimalkan 35 Kantor Cabang Syariah, 76 Kantor Cabang Pembantu Syariah, dan 589 Kantor Layanan Syariah. Jaringan ini menjadi basis penetrasi pasar di wilayah operasional perseroan. “Kami menggabungkan pendekatan digital dan layanan langsung agar produk BSN dapat diakses oleh individu maupun pelaku usaha,” ujar Alex.

Dari sisi kinerja, sebelum spin-off BSN mencatat pertumbuhan signifikan. Berdasarkan laporan keuangan per September 2025 saat masih berstatus UUS BTN, penyaluran pembiayaan tumbuh 19,7 persen secara tahunan menjadi Rp51,1 triliun. Penghimpunan dana pihak ketiga meningkat 19,3 persen menjadi Rp56,9 triliun, mendorong kenaikan aset syariah BTN menjadi Rp68,4 triliun.

Dengan Bank Syariah Nasional resmi beroperasi sebagai bank syariah mandiri, perseroan memasuki fase baru pengembangan usaha. Penguatan struktur, jaringan, dan strategi digital menjadi dasar operasional BSN dalam menjalankan kegiatan perbankan syariah di tingkat nasional.


Share This Article!

Video Pilihan dari INFOBRAND TV