Jum'at, 27 Februari 2026

Follow us:

infobrand

Syngenta Perkuat Pemberdayaan Petani Perempuan untuk Ketahanan Pangan

Syngenta dorong pemberdayaan petani perempuan lewat komunitas PUTRI Petani MAJU untuk dukung produktivitas dan ketahanan pangan nasional.

Syngenta Perkuat Pemberdayaan Petani Perempuan untuk Ketahanan Pangan Peluncuran komunitas PUTRI Petani MAJU yang berfokus pada pemberdayaan petani perempuan di Batang, Jawa Tengah.

INFOBRAND.ID, Jakarta – Syngenta Indonesia memperkuat pemberdayaan petani perempuan di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas pertanian dan mendukung ketahanan pangan nasional. Langkah ini diwujudkan melalui peluncuran komunitas Perempuan Tani Syngenta Raih Impian (PUTRI) Petani MAJU, yang difokuskan pada penguatan peran perempuan di sektor pertanian.

Presiden Direktur Syngenta Indonesia Eryanto mengatakan komunitas ini dirancang sebagai wadah pemberdayaan yang mendorong transformasi sektor pertanian melalui peran strategis perempuan. "PUTRI Petani MAJU hadir sebagai wadah pemberdayaan yang akan menjadi katalisator transformasi sektor pertanian Indonesia. Komunitas ini menekankan peran strategis perempuan yang tangguh, konsisten, dan berdampak dalam pertanian," kata Eryanto dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Ia menjelaskan bahwa komunitas ini menjadi payung bagi berbagai inisiatif yang mendukung perempuan di sektor pertanian sekaligus memperkuat visi Petani MAJU. "Ketika kita melatih satu perempuan, kita memberdayakan satu keluarga. Ketika kita memberdayakan #PUTRIPETANIMAJU, kita memberdayakan satu bangsa Indonesia " ujar Eryanto.

Peluncuran komunitas PUTRI Petani MAJU dihadiri sekitar 450 petani perempuan, pejabat pemerintah daerah, manajemen Syngenta Indonesia, hingga jajaran pimpinan global Syngenta. Prosesi peluncuran ditandai dengan deklarasi oleh tiga perwakilan petani perempuan dan tradisi gejog lesung, yang melambangkan gotong royong, kebersamaan, kerja keras, kesabaran, dan harapan keberlanjutan pertanian.

Momentum peluncuran ini bertepatan dengan penetapan tahun 2026 sebagai Tahun Internasional Petani Perempuan (International Year of the Woman Farmer/IYWF) oleh FAO. Menurut Eryanto, penetapan tersebut menunjukkan pengakuan global terhadap kontribusi petani perempuan. "Yang menegaskan pengakuan global terhadap peran vital perempuan dalam pertanian, ketahanan pangan, dan gizi," ucap Eryanto.

Berdasarkan data internal perusahaan tahun 2025, jumlah petani perempuan di Indonesia mencapai 4,2 juta orang. Mereka memiliki kontribusi signifikan dalam rantai nilai pertanian, mulai dari pemilihan benih, budidaya, panen, hingga pengolahan hasil. Namun, Eryanto menyebut sebagian besar masih menghadapi keterbatasan akses terhadap teknologi, pembiayaan, pengetahuan, dan pasar, yang berdampak pada produktivitas.

Ia juga mengutip data FAO yang memperkirakan peningkatan hasil panen hingga 30 persen apabila petani perempuan memperoleh akses setara terhadap sumber daya dan teknologi pertanian. Angka tersebut dinilai relevan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

Selain aspek produktivitas, isu kesenjangan kesejahteraan juga menjadi perhatian. Di sejumlah wilayah, masih ditemukan perbedaan upah antara buruh tani perempuan dan laki-laki, meskipun jenis pekerjaan dan jam kerja setara. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap tingkat kesejahteraan petani perempuan secara keseluruhan.

Eryanto menekankan pentingnya kolaborasi multipihak dalam memperkuat pemberdayaan petani perempuan, termasuk peran pemerintah, sektor swasta, dan komunitas. "Syngenta sebagai pemimpin dunia dalam inovasi pertanian, berupaya meningkatkan kesejahteraan petani kecil dan memimpin jalan menuju pertanian yang inklusif," beber Eryanto.

Melalui PUTRI Petani MAJU, Syngenta menyatakan komitmennya untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat keberlanjutan sistem pertanian di Indonesia. Program ini diharapkan berkontribusi pada upaya swasembada pangan dan penguatan ketahanan pangan nasional.

Dari sisi petani, kehadiran komunitas ini disambut positif. Annisa, perwakilan petani perempuan yang hadir dalam peluncuran, menilai inisiatif tersebut sebagai langkah nyata dalam memperkuat posisi perempuan di sektor pertanian. Ia juga menyoroti peran strategis perempuan dalam menjaga ketahanan pangan keluarga dan bangsa. "Petani perempuan tidak boleh minder karena kita istimewa dan luar biasa. Petani perempuan bukan hanya tiang ketahanan pangan untuk keluarga tetapi juga untuk bangsa,” kata Annisa.


Share This Article!

Video Pilihan dari INFOBRAND TV