Tokio Marine Life Dorong UMKM Naik Kelas Lewat UMKM Level-Up
Program UMKM Level-Up mendorong UMKM naik kelas melalui edukasi, pendampingan, dan akses retail modern lewat kolaborasi lintas sektor.
Pelaku UMKM mengikuti rangkaian pelatihan dan kurasi produk dalam program UMKM Level-Up di Jakarta.
INFOBRAND.ID, Jakarta – Tokio Marine Life Insurance Indonesia bersama LAZISMU menggagas program UMKM Level-Up: From Local Heroes to Retail-Ready Brands untuk mendorong UMKM naik kelas melalui edukasi, pendampingan, dan akses pasar retail modern. Program ini menyasar UMKM binaan JakPreneur di wilayah Jakarta Barat dan melibatkan kolaborasi lintas sektor dengan pemerintah daerah, institusi pendidikan, serta mitra ritel modern .
Kegiatan yang berlangsung pada Januari 2025 ini melibatkan PPKUKM DKI Jakarta, Politeknik Tempo, serta mitra retail modern seperti AEON Indonesia, Lotte Mart Indonesia, dan The Food Hall Indonesia. Kolaborasi ini dirancang untuk membekali pelaku UMKM dengan pemahaman standar retail, kesiapan produk, serta kemampuan pengelolaan usaha agar mampu menembus ekosistem retail modern secara berkelanjutan.
Program UMKM Level-Up merupakan bagian dari Sustainability Journey Tokio Marine Life yang berfokus pada empat pilar utama, yaitu kesehatan, pendidikan, lingkungan hidup, dan pemberdayaan ekonomi. Pada pilar pendidikan, Tokio Marine Life dan LAZISMU sebelumnya telah menyalurkan tahap pertama Beasiswa Sang Surya kepada mahasiswa Politeknik Tempo. Program beasiswa tersebut direncanakan berlanjut pada tahap kedua sebagai komitmen jangka panjang dalam mendukung akses pendidikan dan pengembangan talenta muda. Keterhubungan antara pendidikan dan kebutuhan dunia usaha menjadi fondasi penting dalam perancangan UMKM Level-Up.
Pembinaan Terpadu dan Akses Retail Modern
Dalam pilar pemberdayaan ekonomi, UMKM Level-Up diisi dengan rangkaian talkshow, Financial Level-Up Masterclass, workshop persiapan kurasi, serta sesi kurasi langsung oleh mitra retail modern. Melalui format ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan konseptual, tetapi juga kesempatan berinteraksi langsung dengan pihak retail untuk membuka peluang akses pasar yang lebih luas.
Sebanyak 53 pelaku UMKM binaan Jakarta Entrepreneur (JakPreneur) di bawah pembinaan Suku Dinas PPKUKM Jakarta Barat mengikuti sesi kurasi. Peserta tersebut dipilih dari 80 usulan UMKM yang berasal dari delapan kecamatan di Jakarta Barat dan telah melalui proses seleksi serta pembinaan berkelanjutan. Fokus wilayah Jakarta Barat dinilai relevan karena ekosistem pelatihan dan pendampingan UMKM telah terbangun melalui kolaborasi rutin antara Politeknik Tempo, PPKUKM DKI Jakarta, dan JakPreneur.
Alexander Mahendrawan, SVP Marketing & Corporate Planning Tokio Marine Life Insurance Indonesia, menyampaikan bahwa keberlanjutan membutuhkan kesinambungan lintas pilar. “Melalui Sustainability Journey, kami tidak hanya fokus pada satu pilar, tetapi membangun keterhubungan antara pendidikan dan pemberdayaan ekonomi. Setelah penyaluran beasiswa Politeknik Tempo pada tahap pertama, UMKM Level-Up menjadi langkah lanjutan untuk mendukung pelaku usaha agar lebih siap, tangguh, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dukungan pemerintah daerah disampaikan oleh Iin Mutmainnah, S.Sos., M.Si., Wali Kota Jakarta Barat, serta Elisabeth Ratu Rante Allo, Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta, yang menyambut baik kolaborasi lintas sektor dalam membuka peluang UMKM naik kelas.
Sesi talkshow menghadirkan Iqbal Idham Ramid, Kepala Sudin PPKUKM Jakarta Barat, bersama perwakilan retail modern dan pelaku UMKM. Diskusi membahas kesiapan UMKM masuk ke retail modern, standar produk, serta tantangan dalam proses peningkatan skala usaha. Dari sisi retail, Auliyarrrohman Nuril Afwan, Manager Merchandising PT AEON Indonesia, menyoroti pentingnya konsistensi kualitas dan kesiapan produksi. Sementara Mety Sumiati, Product Development Private Brand Lotte Mart Indonesia, menekankan pemahaman standar retail agar kemitraan dapat berjalan jangka panjang.
Pengalaman pelaku usaha juga disampaikan oleh Jonathan Pranadjaja, Founder GNB Drinks, yang berbagi perjalanan pengembangan bisnis hingga produknya dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
Financial Level-Up Masterclass menghadirkan Rahmi Utami, S.Sos., M.B.A., dosen Politeknik Tempo, bersama Novi Andrianto, Head of Agency Training & Manpower Development Division Tokio Marine Life. Sesi ini membahas pengelolaan keuangan dasar UMKM, pengaturan arus kas, serta pemahaman risiko usaha. “Banyak UMKM belum menyadari bahwa risiko seperti pemilik usaha sakit, produksi terhenti, atau gangguan operasional dapat berdampak besar pada kelangsungan bisnis. Melalui sesi ini, kami ingin membantu UMKM memahami risiko tersebut dan menyiapkan langkah-langkah sederhana agar usaha tetap berjalan dan lebih tangguh,” ujar Novi Andrianto.
Workshop persiapan kurasi difasilitasi oleh Rosdiana, S.Sos., M.Si. dan Ayoedia Gita Citrayomie, S.Sos., M.I.Kom., dosen Politeknik Tempo, bersama mahasiswa pendamping. UMKM mendapatkan pendampingan langsung untuk mempersiapkan presentasi dan kesiapan produk sebelum dinilai oleh retail modern. Sesi kurasi menjadi langkah awal agar produk UMKM dapat diterima pasar dan memperluas peluang distribusi.


