Jum'at, 27 Februari 2026

Follow us:

infobrand

Graha Andrasentra Propertindo Gelar Rights Issue untuk Akuisisi Jungleland

JGLE rights issue untuk akuisisi Jungleland, targetkan kepemilikan mayoritas dan penguatan ekosistem bisnis properti.

Graha Andrasentra Propertindo Gelar Rights Issue untuk Akuisisi Jungleland Ilustrasi Jungleland Adventure Theme Park di Sentul yang menjadi target akuisisi JGLE.

INFOBRAND.ID, Jakarta – PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE) berencana menggelar rights issue guna mendukung langkah akuisisi mayoritas saham PT Jungleland Asia (JLA). Aksi korporasi ini menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbesar kepemilikan pada pengelola Jungleland Adventure Theme Park di Sentul, Bogor.

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), JGLE menyatakan akan menerbitkan 8.280.033.448 saham baru Seri B dengan harga pelaksanaan Rp50 per saham. Melalui rights issue tersebut, perseroan berpotensi menghimpun dana hingga Rp414.001.672.400.

Sebagian besar dana hasil rights issue akan digunakan untuk mengakuisisi 61,86% saham JLA senilai Rp413.937.321.896. Sementara itu, sisa dana sebesar Rp64.350.504 direncanakan untuk mendukung kebutuhan modal kerja perseroan.

Rencana rights issue ini akan dimintakan persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Maret 2026.

Saat ini, kepemilikan 61,86% saham JLA berada di tangan PT Adiprotek Envirodunia (AE), sementara sisanya telah dimiliki oleh JGLE. Dalam skema rights issue, AE akan berperan sebagai pembeli siaga (standby buyer). Artinya, seluruh saham baru yang tidak diambil oleh pemegang saham lama akan diserap oleh AE.

Penyetoran modal oleh AE akan dilakukan melalui mekanisme inbreng berupa saham JLA yang dimilikinya, dengan jumlah maksimal hingga 14.783.475.782 saham. Setelah aksi korporasi tersebut rampung, AE akan menjadi salah satu pemegang saham di JGLE.

Perseroan juga menjelaskan bahwa apabila terdapat dana hasil pelaksanaan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dari pemegang saham publik, seluruh dana tersebut akan digunakan untuk membeli saham JLA milik AE. Dengan demikian, kepemilikan JGLE atas JLA ditargetkan meningkat hingga menjadi mayoritas.

Jungleland Asia sendiri dikenal sebagai pengelola Jungleland Adventure Theme Park yang berlokasi di kawasan Sentul, Bogor. Akuisisi mayoritas saham JLA dinilai sebagai bagian dari upaya perseroan dalam memperkuat portofolio aset berbasis properti dan destinasi hiburan.

Selain rencana akuisisi, JGLE juga mengungkapkan rencana penyesuaian kegiatan usaha sesuai Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025. Fokus bisnis perseroan akan diarahkan pada pengembangan bangunan dan lahan hunian, dengan taman hiburan dan hotel sebagai bagian dari ekosistem pendukung bisnis properti.

Melalui rights issue ini, JGLE menargetkan penguatan struktur kepemilikan di JLA sekaligus mendukung strategi pengembangan bisnis ke depan, terutama dalam integrasi sektor properti dengan destinasi rekreasi dan hospitality.


Share This Article!

Video Pilihan dari INFOBRAND TV