Jum'at, 27 Februari 2026

Follow us:

infobrand

Nestlé Libatkan 3.600 Mahasiswa Dorong Solusi Kemasan Berkelanjutan

Nestlé libatkan 3.600 mahasiswa dalam kompetisi #GreenGeneration untuk mendorong solusi kemasan berkelanjutan dan kolaborasi lintas sektor.

Nestlé Libatkan 3.600 Mahasiswa Dorong Solusi Kemasan Berkelanjutan Kompetisi #GreenGeneration melibatkan ribuan mahasiswa untuk menghadirkan solusi kemasan berkelanjutan.
INFOBRAND.ID, Jakarta – Nestlé Indonesia melibatkan lebih dari 3.600 mahasiswa dalam ajang #GreenGeneration Sustainability Business Case Competition untuk mendorong solusi kemasan berkelanjutan. Program ini dirancang bukan sekadar kompetisi ide, melainkan bagian dari upaya perusahaan membangun kolaborasi lintas sektor sekaligus memperkuat agenda keberlanjutan jangka panjang.

Kompetisi ini hadir di tengah kompleksitas pengelolaan sampah nasional. Indonesia menghasilkan lebih dari 37 juta ton sampah per tahun, dengan kemasan plastik menyumbang sekitar 19% dari total timbulan. Namun tingkat daur ulang masih sekitar 14%, sementara sekitar 40% sampah belum terkelola optimal. Selain itu, hanya sekitar 30% sampah ditangani melalui sistem formal pemerintah daerah, dan 58% rumah tangga belum melakukan pemilahan secara konsisten.

Melihat kondisi tersebut, Nestlé Indonesia menilai pendekatan kemasan berkelanjutan perlu mencakup penguatan sistem dan partisipasi masyarakat. Melalui tema “Building Circular and Sustainable Systems for Everyday Products”, perusahaan mendorong mahasiswa menghadirkan solusi yang relevan dan aplikatif sesuai konteks Indonesia.

Technical Director Nestlé Indonesia, Antonio Prochilo, menyampaikan bahwa kompetisi ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan nilai bersama sekaligus merealisasikan peta jalan keberlanjutan.

“Hal yang paling menginspirasi kami saat ini adalah melihat semangat dan pemikiran kritis para mahasiswa yang selaras dengan tujuan kami. Mereka menghadirkan ide-ide berbasis riset yang tidak hanya memperkaya perspektif kami, tetapi juga mendorong kami untuk terus berkembang dan melangkah lebih jauh,” ujarnya dalam siaran pers, Selasa (24/2).

Dari total 1.355 tim yang berpartisipasi, panitia menyeleksi 20 tim finalis sebelum akhirnya lima tim terbaik mempresentasikan solusi pada babak akhir. Proses penilaian menitikberatkan pada kualitas ide, relevansi terhadap tantangan nasional, serta potensi implementasi di lapangan.

Founder & CEO Waste4Change, M. Bijaksana Junerosano, yang menjadi salah satu juri, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pengelolaan sampah.

“Keterlibatan generasi muda dalam menjawab tantangan pengelolaan sampah menjadi semakin krusial, mengingat sebagian besar persoalan lingkungan saat ini bersifat sistemik dan membutuhkan pendekatan lintas sektor. Inisiatif seperti #GreenGeneration menunjukkan bagaimana ruang kolaborasi antara dunia pendidikan, industri, dan pemerintah dapat mendorong lahirnya solusi yang lebih kontekstual dan aplikatif,” ujarnya.

Salah satu tim pemenang, Greenfluence, melalui proyek PackBack, menyoroti bahwa persoalan sampah tidak hanya terkait kesadaran, tetapi juga integrasi sistem.

“Melalui proyek PackBack, kami menyadari bahwa permasalahan sampah di Indonesia bukan sekadar isu kesadaran, tetapi persoalan sistem yang masih terfragmentasi dan belum terintegrasi secara menyeluruh. Proyek kami menitikberatkan pada bagaimana mengintegrasikan inovasi teknologi ke dalam ekosistem yang relevan dengan kondisi dan perilaku masyarakat Indonesia,” ujar perwakilan tim.

Melalui kompetisi ini, Nestlé Indonesia menempatkan kemasan berkelanjutan sebagai bagian dari agenda yang melibatkan generasi muda dan ekosistem yang lebih luas. Pendekatan berbasis kompetisi bisnis juga membuat isu keberlanjutan lebih relevan bagi dunia akademik, sekaligus membuka ruang dialog antara industri, mahasiswa, dan pemangku kepentingan lain.

Dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu, program #GreenGeneration menjadi salah satu upaya perusahaan memperluas kolaborasi dalam pengembangan solusi kemasan berkelanjutan yang kontekstual dan berorientasi implementasi.


Share This Article!

Video Pilihan dari INFOBRAND TV