Bebiotic Perkuat Strategi Markom melalui Kolaborasi dengan Sonobebe
Bebiotic perkuat strategi markom melalui kolaborasi dengan Sonobebe untuk memperluas distribusi dan menjangkau komunitas ibu muda.
Acara meet and greet Bebiotic bersama komunitas ibu muda di Sonobebe Babies Superstore, Gading Serpong.
INFOBRAND.ID, Jakarta – Brand perawatan kulit bayi lokal Bebiotic memperkuat strategi pemasaran dan distribusinya melalui kolaborasi dengan Sonobebe Babies Superstore di Gading Serpong, Tangerang. Kerja sama ini diperkenalkan melalui acara Meet and Greet & Store Visit pada Minggu (8/3) yang menghadirkan figur publik di bidang parenting, brand ambassador, serta komunitas ibu muda.
Kegiatan yang berlangsung di area toko Sonobebe tersebut dihadiri sejumlah ibu muda bersama anak-anak mereka. Acara berlangsung dengan nuansa biru lembut yang identik dengan dunia bayi. Dalam kegiatan tersebut turut hadir brand ambassador Bebiotic Ayasha dan Ryu Kintaro, serta figur parenting Fanny Kondoh. Aktivitas ini menjadi bagian dari pendekatan marketing communication berbasis komunitas yang tengah dikembangkan oleh Bebiotic.
Founder Bebiotic Shandy Purnamasari menjelaskan bahwa kolaborasi ini tidak hanya bertujuan memperluas kanal distribusi, tetapi juga membangun kedekatan dengan konsumen, khususnya para ibu muda.
“Bebiotic lahir dari keresahan saya sebagai seorang ibu yang mencari produk perawatan kulit bayi yang aman dan lembut, namun tetap terjangkau. Kami ingin menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan keluarga Indonesia, sekaligus memastikan produk ini bisa diakses dengan mudah oleh masyarakat,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Bebiotic juga menghadirkan sesi diskusi parenting yang membahas tantangan psikologis yang sering dialami ibu baru. Konsultan psikologi anak dan keluarga Friska Asta, M.Psi.T, menyampaikan bahwa pemenuhan kebutuhan bayi, termasuk dalam pemilihan produk perawatan kulit, dapat berpengaruh terhadap kondisi emosional ibu.
“Menjadi ibu baru membutuhkan kesiapan mental yang besar. Perubahan waktu tidur, rutinitas, hingga tanggung jawab baru bisa memicu stres. Ketika kebutuhan bayi terpenuhi dengan baik, termasuk dari sisi perawatan kulit, hal ini dapat membantu menurunkan tekanan psikologis pada ibu,” jelas Friska.
Pendekatan edukatif melalui kegiatan komunitas dan diskusi parenting menjadi bagian dari strategi komunikasi Bebiotic untuk membangun kepercayaan konsumen. Dalam industri produk bayi, aspek keamanan dan kepercayaan menjadi faktor penting dalam proses pengambilan keputusan pembelian.
Dari sisi inovasi, Bebiotic mengembangkan produk dengan teknologi Tribiotics Formula yang merupakan kombinasi prebiotics, probiotics, dan postbiotics. Formula tersebut dirancang untuk membantu menjaga keseimbangan mikrobioma kulit bayi sekaligus memperkuat skin barrier, terutama pada kulit bayi yang sensitif.
Menurut Shandy, proses pengembangan produk dilakukan bersama dokter anak untuk memastikan keamanan formulasi sebelum diluncurkan ke pasar.
“Tidak semua ide produk langsung kami keluarkan. Semua formulasi harus melalui rekomendasi dokter anak. Kami ingin memastikan setiap produk benar-benar aman dan memberikan manfaat nyata bagi kulit bayi,” kata Shandy.
Inspirasi pengembangan Bebiotic juga berawal dari pengalaman pribadi saat menghadapi kondisi kulit sensitif pada anaknya. Dari pengalaman tersebut, ia melihat adanya kebutuhan akan produk perawatan bayi yang aman dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan sejumlah brand internasional.
Saat ini Bebiotic memiliki berbagai kategori produk, mulai dari body wash, hair care, body lotion, hingga sunscreen dan multi-cream yang diformulasikan untuk membantu mengatasi ruam popok, iritasi, dan kemerahan pada kulit bayi.
Di sisi distribusi, kehadiran Bebiotic di Sonobebe menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pasar keluarga muda. Sonobebe dikenal sebagai babies superstore yang menggabungkan konsep ritel, edukasi, serta pengalaman berbelanja bagi keluarga.
Direktur Sonobebe Venny Agustin mengatakan bahwa konsep toko tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat membeli kebutuhan bayi, tetapi juga sebagai ruang edukasi bagi orang tua. “Banyak ibu baru yang sebenarnya belum memahami fungsi dan manfaat setiap produk bayi. Karena itu kami menghadirkan konsep pendampingan edukasi, termasuk konsultasi produk dan workshop parenting,” ujar Venny.
Ia juga menjelaskan bahwa proses kurasi produk menjadi bagian penting dari strategi ritel Sonobebe untuk memastikan keamanan produk bagi bayi.
“Kami bahkan menyediakan area tester dengan wastafel sehingga orang tua bisa mencoba produk terlebih dahulu untuk melihat apakah cocok dengan kulit anak mereka,” katanya.
Dengan jumlah pengunjung yang mencapai sekitar 700 hingga 1.000 orang setiap akhir pekan, Sonobebe dinilai memiliki potensi sebagai kanal distribusi bagi brand produk bayi.
“Kami melihat Bebiotic memiliki kualitas komposisi yang baik dengan harga yang relatif terjangkau dibandingkan brand sejenis. Itu yang membuat kami yakin produk ini dapat diterima oleh pelanggan kami,” ujar Venny.
Selain melalui ritel, distribusi Bebiotic juga didukung jaringan nasional PT Anugerah Argon Medica (AAM). CEO AAM Juliwaty Gunawan mengatakan perusahaannya ditunjuk sebagai distributor tunggal Bebiotic di Indonesia.
“Kami melihat Bebiotic memiliki potensi bisnis yang besar karena produknya menjawab kebutuhan nyata para orang tua. Kolaborasi dengan Sonobebe juga membuka peluang ekspansi pasar yang lebih luas,” kata Juli.
Sebagai bagian dari peluncuran di Sonobebe, seluruh produk Bebiotic ditawarkan dengan promo diskon 20 persen selama satu minggu. Program ini menjadi bagian dari strategi pengenalan produk sekaligus memperluas penetrasi pasar di segmen keluarga muda.


