Ahad, 11 Januari 2026

Follow us:

infobrand
11th INFOBRAND

Pupuk Indonesia Bangun Pabrik NPK Nitrat Pertama

Pupuk Indonesia membangun pabrik NPK Nitrat pertama di Indonesia untuk menekan impor, memperkuat pasokan pupuk, dan mendukung swasembada pangan nasional.

Pupuk Indonesia Bangun Pabrik NPK Nitrat Pertama Groundbreaking pabrik NPK Nitrat pertama Pupuk Indonesia di kawasan industri Kujang Cikampek, Jawa Barat.

INFOBRAND.ID, Jakarta - PT Pupuk Indonesia (Persero) memulai pembangunan pabrik NPK Nitrat berbasis amonium nitrat pertama di Indonesia. Proyek ini dilaksanakan melalui anak usaha PT Pupuk Kujang Cikampek (PKC) bersama PT Rekayasa Industri (Rekind) dan ditandai dengan kegiatan groundbreaking di kawasan industri Kujang Cikampek, Jawa Barat, Selasa (23/12/2025). Pembangunan pabrik NPK Nitrat ini menjadi bagian dari upaya memperkuat struktur industri pupuk nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

IKLAN INFOBRAND.ID

inject article ibos 1

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menyampaikan bahwa proyek pabrik NPK Nitrat dirancang untuk mendorong hilirisasi industri pupuk dan memperkuat kemandirian pasokan dalam negeri. Pembangunan ini juga disebut selaras dengan agenda Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto serta program swasembada pangan nasional.

“Groundbreaking pabrik NPK Nitrat ini menjadi tonggak penting karena akan menjadi landasan sejarah baru bagi industri pupuk dan pertanian nasional. Ini adalah ikhtiar berkelanjutan menuju swasembada pangan,” ujar Rahmad dalam keterangan pers.

Pabrik tersebut dibangun di atas lahan seluas sekitar 5 hektare dan ditargetkan mulai beroperasi penuh pada kuartal III-2027, tepatnya 12 Agustus 2027. Kapasitas produksinya mencapai 100.000 metrik ton per tahun. Jumlah ini setara dengan sekitar 25% kebutuhan nasional pupuk NPK Nitrat yang selama ini masih dipenuhi melalui impor.

IKLAN INFOBRAND.ID

Inject Article IBOS 2

Dengan beroperasinya pabrik ini, Pupuk Indonesia memperkirakan adanya potensi penghematan devisa negara melalui substitusi impor. Nilai penghematan tersebut diperkirakan berada pada kisaran Rp 700 miliar hingga Rp 1 triliun per tahun. Selain itu, keberadaan pabrik NPK Nitrat di dalam negeri diharapkan dapat memperkuat stabilitas pasokan pupuk, khususnya untuk sektor pertanian yang membutuhkan formulasi berbasis nitrat.

Proyek ini juga dirancang untuk meningkatkan integrasi dan nilai tambah di lingkungan internal grup Pupuk Indonesia. Bahan baku amonium nitrat akan dipasok oleh anak usaha Pupuk Kujang, PT Multi Nitrotama Kimia, dengan potensi penyerapan mencapai 25.000 ton per tahun. Integrasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi operasional serta memperkuat daya saing industri pupuk nasional.

Rahmad menambahkan bahwa pabrik NPK Nitrat merupakan satu dari tujuh pabrik yang akan dibangun Pupuk Indonesia sebagai bentuk komitmen kepada pemerintah. Pembangunan tersebut berkaitan dengan perubahan skema pembiayaan subsidi pupuk sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025.

IKLAN INFOBRAND.ID

Inject Article IBOS 3

“Kami berharap industri pupuk nasional menjadi lebih efisien, berdaya saing, dan memiliki ketahanan yang lebih kuat terhadap gejolak global,” katanya.

Formula Pupuk

Direktur Utama Pupuk Kujang Budi Santoso Syarif menjelaskan bahwa pupuk NPK berbasis nitrat memiliki keunggulan dalam hal efisiensi penyerapan nutrisi tanaman serta aspek keberlanjutan lingkungan. Formula ini dikembangkan untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan praktik pertanian berkelanjutan.

“Teknologi yang digunakan merupakan teknologi paling modern di industri pupuk dan telah mendapatkan sertifikasi dari Espindesa, perusahaan pemberi lisensi terkemuka asal Spanyol,” ujar Budi.

Berdasarkan uji coba yang dilakukan sejak awal 2024, penggunaan pupuk NPK Nitrat dilaporkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya pada komoditas hortikultura, hingga 11,5%. Nitrogen berbasis nitrat juga dinilai memiliki stabilitas yang lebih baik dalam mendukung kebutuhan nutrisi tanaman.

Dari sisi ekonomi, proyek pembangunan pabrik NPK Nitrat ini diproyeksikan menyerap sekitar 130 tenaga kerja selama masa konstruksi dan 125 tenaga kerja saat memasuki fase operasional. Proyek ini juga mencatat tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sebesar 25% atau setara Rp 140 miliar, serta didampingi oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk memastikan penerapan tata kelola yang akuntabel.

Wakil Menteri Pertanian RI sekaligus Komisaris Utama Pupuk Indonesia Sudaryono menyampaikan bahwa pembangunan pabrik NPK Nitrat sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan. Ia menyebutkan bahwa proyek ini merupakan hasil perencanaan jangka panjang yang telah disiapkan sejak dua tahun terakhir.

Sementara itu, Managing Director Business II PT Danantara Asset Management (Persero) Setyanto Hantoro menyatakan dukungan terhadap proyek tersebut. Menurutnya, pembangunan pabrik baru dengan teknologi yang lebih efisien berpotensi meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya produksi, sehingga harga pupuk dapat lebih kompetitif bagi petani.

Ke depan, Pupuk Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjalankan agenda revitalisasi industri pupuk nasional sesuai amanat Perpres Nomor 113 Tahun 2025. Agenda tersebut mencakup program revamping serta pembangunan pabrik baru guna menjaga keterjangkauan dan keberlanjutan pasokan pupuk di dalam negeri.


Share This Article!

Video Pilihan dari INFOBRAND TV