Rabu, 11 Februari 2026

Follow us:

infobrand

Strategi Lark Tekan Biaya Operasional 70%

Lark bantu perusahaan tingkatkan efisiensi dan tekan biaya operasional hingga 70% melalui platform kolaborasi terpadu berbasis chat.

Strategi Lark Tekan Biaya Operasional 70% Platform Lark menghadirkan sistem kolaborasi terpadu untuk meningkatkan efisiensi dan menekan biaya operasional perusahaan.

INFOBRAND.ID, Jakarta – Lark memperkenalkan pendekatan kolaborasi terpadu untuk membantu perusahaan meningkatkan efisiensi sekaligus menekan biaya operasional hingga 70%. Di tengah transformasi digital yang kian pesat, tantangan yang dihadapi banyak organisasi bukan lagi soal ketersediaan alat kerja, melainkan terputusnya konteks antarproses kerja.

Dalam praktiknya, diskusi sering berlangsung di aplikasi pesan instan, keputusan tersimpan di email, sementara eksekusi dilakukan di platform lain. Pola kerja yang terfragmentasi ini membuat anggota tim lebih banyak menghabiskan waktu untuk koordinasi dibandingkan menyelesaikan pekerjaan inti. Kondisi tersebut berpotensi memperlambat pengambilan keputusan dan meningkatkan risiko miskomunikasi.

Sebagai platform kolaborasi terpadu, Lark mengusung sistem mobile-native dan chat-centric yang dirancang untuk meminimalkan perpindahan aplikasi (context switching). Seluruh fungsi, mulai dari komunikasi, manajemen tugas, persetujuan, hingga kolaborasi dokumen, terintegrasi dalam satu ekosistem. Dengan pendekatan ini, perusahaan memiliki visibilitas menyeluruh terhadap proses eksekusi kerja.

General Manager APAC Lark, Mark Dembitz, menyampaikan bahwa Lark telah digunakan di lebih dari 190 negara. Ia menyebutkan, platform ini membantu organisasi meningkatkan efisiensi operasional hingga 10 kali lipat, mendongkrak produktivitas sampai 39%, serta menekan biaya operasional hingga 70%.

“Produktivitas lahir ketika sistem kerja mampu menyatukan orang, informasi, dan proses dalam satu alur yang utuh dan berkesinambungan. Lark hadir untuk membantu perusahaan membangun cara kerja yang lebih terhubung dan efisien, sehingga kolaborasi dan pengambilan keputusan di dalam perusahaan dapat berjalan dengan lebih cepat,” kata Mark di Jakarta, Selasa (10/2).

Ia menjelaskan, pada banyak perusahaan, aplikasi chat kerap berhenti pada tahap diskusi. Untuk tahap lanjutan seperti pembuatan tugas atau persetujuan, tim harus berpindah ke platform lain sehingga konteks percakapan terpisah dari eksekusi.

“Di Lark, chat berfungsi sebagai pusat kerja (work hub), bukan sekedar forum untuk mengobrol. Pesan dapat langsung diubah menjadi tugas, dokumen, atau persetujuan di dalam percakapan yang sama. Dengan demikian, keputusan tetap terhubung langsung dengan eksekusi. Pendekatan ini mempersingkat siklus pengambilan keputusan dan mengurangi risiko miskomunikasi di dalam tim,” jelasnya.

Untuk menjaga kesinambungan konteks, Lark menyediakan fitur Messenger, Video Meeting, dan Email dalam satu aplikasi. Integrasi ini memungkinkan tim melakukan diskusi, rapat virtual, hingga pengelolaan pesan tanpa harus berpindah platform.

“Integrasi ini juga memastikan agar sumber informasi tetap berada di satu tempat yang dapat diakses kapan saja, baik dari desktop maupun perangkat mobile,” paparnya.

Selain itu, melalui fitur Docs, Sheets, Slides, dan Wiki, seluruh anggota tim dapat bekerja pada dokumen yang sama secara real-time. Setiap perubahan langsung terlihat oleh seluruh pengguna yang terlibat. Komentar, revisi, serta penugasan terhubung langsung dengan isi dokumen, sehingga proses kolaborasi berjalan dalam satu alur yang konsisten. Pendekatan ini membantu perusahaan memastikan keputusan diambil berdasarkan informasi yang sama, bukan dari versi dokumen yang berbeda.

Aspek efisiensi biaya operasional perusahaan juga menjadi bagian dari pendekatan Lark. Dengan mengintegrasikan berbagai fungsi dalam satu platform, perusahaan tidak perlu lagi berlangganan banyak aplikasi berbeda untuk kebutuhan komunikasi, manajemen kerja, dan kolaborasi dokumen. Penyederhanaan ini berkontribusi pada penurunan biaya perangkat lunak, memudahkan proses adaptasi karyawan baru, serta meringankan beban pengelolaan sistem bagi tim teknologi informasi.

Di Indonesia, sejumlah perusahaan lintas sektor telah memanfaatkan Lark dalam operasionalnya, antara lain GoTo, MPPA (Hypermart), Traveloka, Tomoro Coffee, serta MR DIY. Pemanfaatan tersebut mencakup pengelolaan ribuan karyawan, penyelarasan koordinasi antara kantor pusat dan gerai, hingga kolaborasi lintas negara.

Melalui sistem kerja yang terintegrasi, Lark menawarkan solusi untuk menyederhanakan alur kerja, menjaga konteks dalam setiap proses, serta mendukung percepatan pengambilan keputusan. Platform ini juga tersedia secara gratis dengan berbagai fitur yang dapat dicoba langsung oleh perusahaan sesuai kebutuhan bisnisnya.


Share This Article!

Video Pilihan dari INFOBRAND TV