TRON Ekspansi ke Ekosistem Kendaraan Listrik, Perkuat Lini Energi Terbarukan
TRON ekspansi ke ekosistem kendaraan listrik melalui SPBKLU dan SPKLU usai persetujuan RUPSLB, perkuat lini energi ramah lingkungan.
RUPSLB TRON menyetujui ekspansi perseroan ke ekosistem kendaraan listrik.
INFOBRAND.ID, Jakarta – Pemegang saham PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk (TRON) menyetujui ekspansi perseroan ke bisnis ekosistem kendaraan listrik dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Jakarta, Rabu (18/2/2026). Keputusan ini menandai langkah strategis TRON dalam memperluas portofolio usaha ke sektor energi ramah lingkungan sekaligus mendukung pengembangan infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia.
Dalam agenda utama rapat, pemegang saham mengesahkan perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar terkait maksud dan tujuan perseroan. Melalui perubahan tersebut, TRON resmi menambah kegiatan usaha di bidang penyimpanan tenaga listrik, termasuk operasional Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) dan fasilitas pengisian daya Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Manajemen menyatakan bahwa perluasan kegiatan usaha ini telah melalui proses penilaian independen oleh Kantor Jasa Penilai Publik serta mengikuti ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait perubahan kegiatan usaha. Langkah ini dinilai sejalan dengan fokus pemerintah dalam mempercepat pengembangan infrastruktur kendaraan listrik nasional.
Direktur Utama TRON David Santoso menyampaikan bahwa keputusan RUPSLB mencerminkan dukungan pemegang saham terhadap arah strategis perseroan. “Hasil RUPSLB hari ini menegaskan kesiapan TRON untuk melangkah lebih jauh dalam mendukung transformasi infrastruktur kendaraan listrik nasional. Dengan unit usaha baru di bidang SPBKLU dan SPKLU, serta penguatan struktur kepemimpinan, kami optimistis dapat memberikan nilai tambah jangka panjang bagi pemegang saham,” ujarnya usai RUPSLB, Rabu (18/2).
Ia menambahkan bahwa fokus perusahaan pada tahun ini diarahkan pada pengembangan ekosistem teknologi transportasi cerdas yang terintegrasi, sekaligus memperluas sumber pendapatan dari sektor energi ramah lingkungan. "Perseroan menilai diversifikasi usaha ke segmen kendaraan listrik memiliki prospek yang solid seiring meningkatnya adopsi EV di Indonesia," kata dia.
Implementasi ekspansi TRON ke ekosistem kendaraan listrik disebut akan dilakukan secara bertahap. Perseroan mempertimbangkan sejumlah faktor, mulai dari kesiapan infrastruktur, kebutuhan pasar, hingga peluang kolaborasi dengan pemangku kepentingan di industri kendaraan listrik.
Selain agenda ekspansi usaha, RUPSLB juga menyetujui perubahan komposisi pengurus perseroan. Rapat menerima pengunduran diri Noerman Taufik dari jabatan komisaris independen dan menunjuk Thomson E. Batubara sebagai penggantinya. Pemegang saham juga menyetujui pengangkatan kembali jajaran direksi.
Dengan keputusan tersebut, susunan direksi TRON terdiri atas David Santoso sebagai Direktur Utama, serta Rudy Budiman, Wendy Jolanda Waas, dan Sultan Satria sebagai direktur. Sementara itu, susunan dewan komisaris meliputi Mirza Whibowo Soenarto sebagai Komisaris Utama dan Thomson E. Batubara sebagai Komisaris Independen.
Langkah ekspansi TRON ke ekosistem kendaraan listrik memperlihatkan pergeseran fokus perseroan menuju sektor energi terbarukan yang tengah berkembang. Melalui penambahan lini usaha baru dan penyesuaian struktur organisasi, TRON menempatkan kendaraan listrik sebagai salah satu area pengembangan bisnis ke depan.

