Kamis, 26 November 2020

Follow us:

infobrand

infobrand

Added Value, Kunci Memenangkan Persaingan Global

Posted by: 27-03-2020 13:15 WIB 652 viewer

Added Value, Kunci Memenangkan Persaingan Global
Shinta W. Kamdani, Wakil Ketua Umum KADIN Bid. Perhubungan Internasional

Persaingan global adalah keniscayaan yang tidak terelakkan. Oleh karenanya, menanamkan "nilai" ke dalam produk atau jasa untuk dapat menjawab tuntutan jaman, merupakan keharusan.

Tidak hanya dari segi manufacturing, otomotif dan lainnya. Yang terpenting adalah dari segi supply chain. Dimulai dari pre production, production dan post production, semuanya harus memiliki nilai tambah.

“Seluruh kegiatan tersebut dapat meningkatkan nilai tambah. Namun dalam perjalanannya tentu ada berbagai kendala. Saya melihat ada 2 kendala utama yakni bagaimana kita bisa mengekspor dengan nilai tambah dan bagaimana menjadikan manufacturing kita bisa lebih statistic inferensial,” kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Hubungan Internasional Shinta W. Kamdani.

Adapun solusinya, imbuh Shinta, agar ekspor Indonesia memiliki nilai tambah adalah ada pada faktor cost efisiensi produksi. Dalam hal ini menyangkut kemudahan biaya pengadaan produksi, kemampuan menciptakan skala ekonominya, perhitungan kesediaan infrastruktur dan biaya pemanfaatannya.

Faktor selanjutnya ada pada akses pasarnya. Bagaimana caranya agar memproduksi produk tersebut dapat dilakukan di suatu negara tujuan ekspor. Sebab dalam menentukan kesuksesan market adalah seberapa dekat dengan akses pasar tujuan yang ada.

“Terakhir tentunya ialah biaya perdagangan internasional, dari segi transportasi, logistik perdagangan dan lainnya. Nah ini beberapa faktor upaya meningkatkan nilai tambah dalam ekspor Indonesia. Sebab Indonesia menjadi negara yang mengadopsi teknologi dan tergantung pada regulasi kebijakan yang ada. Nah jika regulasinya menghambat, hal inilah yang masih membuat kita tertinggal,” ungkapnya.

Kemudian, yang perlu ditingkatkan adalah daya saing di setiap sektor industry. Hal ini memang masih menjadi pekerjaan rumah, dimana dari segi supplaysing domestic untuk membangun ekonomi dari kegiatan produksinya, Indonesia masih berdasarkan domestic economic in the open factor. Di mana pelaku indutri dianggap kompeten memberdayakan sumber ekonominya ataupun sumber dayanya sendiri secara sangat efisien. Padahal ini tugas bersama suatu negara.

Nah ini mungkin yang harus diperhatikan dan menjadi kendala, sehingga Indonesia belum dapat bersaing secara global chain. “KADIN sendiri terus berupaya dalam meningkatkan hal ini dengan berbagai kegiatan, namun kami juga mendorong pemangku kebijakan utama untuk lebih gencar lagi,” ujarnya.

Shinta juga menyoroti perihal informasi kegiatan ekonomi domestic seperti utang negara maupun kebijakan OMNIBUS LAW yang saat ini sedang berjalan dimana pelaku industry berharap besar dengan hal itu menuju ke arah positif. Adapun dari sisi eksternal, pemerintah dapat melakukan kerjasama peningkatan daya saing nasional agar dapat meningkatkan kualitas dan standar produk supaya menjangkau pasar global.

“Untuk itu kita perlu kerjasama bahkan mengadopsi negara lain yang sudah konsen di pasar global tersebut. Kemudian penting juga untuk preluasan akses pasar internasionalnya sendiri dengan perjanjianperjanjian dagang ke negara tetangga atau global,” tutupnya.[]


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


Bisnis Online dan Digital Branding

Bisnis Online dan Digital Branding
Tren pembelian online di masa new normal memicu perkembangan bisnis online di Indonesia. Di balik kondisi ekonomi yang menurun, justeru ada titik tera...


Pentingnya Menerapkan Strategi Marketing Iblis Pada Bisnis

Pentingnya Menerapkan Strategi Marketing Iblis Pada Bisnis
JAKARTA, INFOBRAND.ID – Pengamat ekonomi sekaligus dosen Universitas Airlangga (Unair), Dr. Gancar Candra Premananto, MSi., CMA mengatakan bahwa...


Sertifikat Halal Dapat Meningkatkan Daya Saing Produk UMKM di Tingkat Global

Sertifikat Halal Dapat Meningkatkan Daya Saing Produk UMKM di Tingkat Global
JAKARTA, INFOBRAND.ID – Prof.Ir. Sukoso, M.Sc, Ph.D  Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama RI mengataka...


Pelaku Bisnis Franchise Harus Bisa Melakukan Adaptasi di Masa New Normal

Pelaku Bisnis Franchise Harus Bisa Melakukan Adaptasi di Masa New Normal
JAKARTA, INFOBRAND.ID – Ketua Umum Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia, Tri Raharjo mengatakan bahwa para pelaku bisnis franchise harus b...