Senin, 26 Oktober 2020

Follow us:

infobrand

infobrand

Beralih ke E-Commerce, Penjualan Produk Kesehatan dan Kecantikan Meningkat 10 Kali Lipat

Posted by: 17-09-2020 15:47 WIB 128 viewer

Beralih ke E-Commerce, Penjualan Produk Kesehatan dan Kecantikan Meningkat 10 Kali Lipat
Situasi pada Fulfillment Center Jet Commerce yang penuh dengan pesanan selama kampanye belanja daring 9.9.

JAKARTA - Berbagai brand produk kesehatan dan kecantikan ternama yang menjadi mitra Jet Commerce seperti Shiseido, Y.O.U, Senka, Bioderma dan Colgate mengalami peningkatan penjualan hingga sebanyak 10 kali lipat pada kampanye belanja daring 9.9 di berbagai platform e-commerce, dibandingkan dengan tahun sebelumnya pada periode yang sama. Selama periode kampanye 9.9 tahun ini, Jet Commerce membukukan penjualan produk kesehatan dan kecantikan secara keseluruhan sebanyak 27.851 pesanan, atau 922% lebih banyak dari tahun lalu yang hanya berjumlah 2.724 pesanan.

Adapun produk kesehatan dan kecantikan yang paling banyak terjual di berbagai platform e-commerce seperti Shopee, Lazada, Akulaku, JD.ID dan Blibli pada periode kampanye belanja daring 9 September ini adalah Perfect Whip Facial Foam dari Senka, diikuti dengan Golden Age Refining Serum milik Y.O.U, dan produk Ultimune Power Infusing Serum Shiseido.

Webber Chen, CEO Jet Commerce Indonesia mengungkapkan, sejak awal pandemi, pihaknya melihat adanya potensi pergeseran kebiasaan masyarakat dalam berbelanja kebutuhannya karena terbatasnya mobilitas. Situasi tersebut diprediksi menjadi peluang dan potensi bisnis yang semakin besar di ranah e-commerce.

“Kami menyusun perencanaan strategis yang dapat mendorong performa bisnis mitra kami, agar tidak hanya dapat membantu mereka bertahan, namun juga memperoleh hasil yang memuaskan di masa sulit seperti sekarang ini,” ujar Webber.

Dengan aksesibilitas yang mudah dan penetrasi yang cepat, platform e-commerce kini menjadi lanskap penjualan baru bagi perusahaan yang bermanfaat dalam meningkatkan performa, serta diprediksi dapat semakin berperan penting dalam membangun basis konsumen. Berdasarkan temuan Jet Commerce dari pengalamannya menangani berbagai brand kesehatan dan kecantikan dunia, sebuah produk tidak hanya bergantung pada kualitas, tapi juga kompleksitas dari marketing, promosi, kualitas ulasan dan rekomendasi dari mulut ke mulut, serta pengalaman berbelanja konsumen.

“Untuk itu dalam hal ini kanal penjualan daring memiliki keunggulan lebih dalam mengakomodir berbagai aspek tersebut, karena kemampuannya untuk diintegrasikan dengan sosial media, sistem, dan inovasi,” imbuh Webber.

Menurut Webber, kanal daring di masa depan akan menjadi semakin maju dan canggih, di mana tidak hanya akan berlaku sebagai kanal penjualan, namun juga sebuah platform terintegrasi yang dapat menarik traffic, dan menjadi wadah untuk pemasaran dan promosi bagi brand, serta dapat menyuguhkan pengalaman berbelanja yang lebih baik dan menarik untuk konsumen.

Sementara, keterbatasan mobilitas konsumen selama masa pandemi Covid-19 telah membantu meningkatkan kesadaran brand - brand produk kesehatan dan kecantikan untuk memperluas pasarnya dengan bermigrasi ke kanal daring. Namun, terdapat berbagai hambatan yang harus dilalui bagi brand yang baru memulai upayanya menjangkau pasar ini.

Berdasarkan hasil observasi Jet Commerce, sebagai platform e-commerce sektor B2B (Business to Business) ini, hambatan terbesar bagi brand yang baru berekspansi ke pasar daring adalah banyak brand yang masih ragu untuk menyelami pasar ini secara ‘all in’ atau kurang bersungguh-sungguh dengan upayanya dalam mengeksplorasi kanal ini. Hal ini tentunya berdampak terhadap keseluruhan strategi dari riset dan pengembangan, rantai pasokan, dan investasi yang dilakukan oleh brand.

Di samping itu, banyak brand yang mengalami kesulitan karena tidak memahami cara berinteraksi secara daring dengan konsumennya, cara mendapatkan konsumen baru, membangun citranya di pasar daring, cara mempromosikan kampanyenya, serta mempertahankan performa operasional harian yang stabil. Kerap kali brand menemui rintangan dalam memahami ekosistem pasar daring dan kesulitan untuk menemukan mesin penggerak bisnisnya di pasar ini.

“Pada banyak industri lain, sudah terbukti bahwa siapapun yang menguasai pasar daring memiliki peluang lebih besar untuk keluar sebagai pemenang. Kuncinya adalah menguasai ekosistem daring seperti media sosial, digital marketing, dan SEO, kemudian memanfaatkan semua sumber daya yang brand miliki agar dapat mengimplementasikan strategi brand dalam bentuk daring, dan mengoperasikannya dengan cara yang tepat,” tutup Webber.


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


Gandeng BNN, Pegadaian Berikan Pelatihan Investasi Bagi Pecandu Narkoba

Gandeng BNN, Pegadaian Berikan Pelatihan Investasi Bagi Pecandu Narkoba
JAKARTA - Menggunakan narkoba bisa dipastikan tidak ada hal positif yang bisa didapatkan. Badan rusak, uang habis sudah pasti. Tapi kalau untuk invest...


Investree Gandeng eFishery Salurkan Pembiayaan Rp30 Miliar untuk Pembudidaya Ikan

Investree Gandeng eFishery Salurkan Pembiayaan Rp30 Miliar untuk Pembudidaya Ikan
JAKARTA - Pionir marketplace lending, Investree, menandatangani perjanjian kerja sama dengan perusahaan rintisan agriculture technology (agritech), eF...


POPS Indonesia Tarik 2 Eksekutif HOOQ Siap Garap OTT

POPS Indonesia Tarik 2 Eksekutif HOOQ Siap Garap OTT
JAKARTA - POPS Worldwide baru saja memperluas layanannya ke Indonesia, salah satu pasar terbesar di Asia Tenggara yang menjanjikan peluang dan kesukse...


BlibliMart Perkuat Posisinya di Pasar Online Groceries Jawa Timur

BlibliMart Perkuat Posisinya di Pasar Online Groceries Jawa Timur
Jakarta, INFOBRAND.ID – BlibliMart, kategori groceries di mal lokal terdepan Blibli, memperkuat dukungannya terhadap pasar ritel...


Sign In
VIP Members

OPINIONS




Index

INFOBRAND LETTER




Index

BRAND PRACTITIONERS




Index
NABATI