Senin, 21 Oktober 2019

Follow us:

infobrand

infobrand

Big Data dan Fintech: Ancaman Atau Peluang Bagi Pendidikan Akuntansi ?

Posted by: 10-10-2019 10:46 WIB 385 viewer

Big Data dan Fintech: Ancaman Atau Peluang Bagi Pendidikan Akuntansi ?
Simposium Nasional Akuntansi (SNA) ke-XXII Papua di Auditorium Universitas Cenderawasih, Jayapura.

Drs. Erie Riza Nugraha,Ak.,MM Ketua Pusat Inkubator Bisnis Teknologi Usakti menyampaikan paparannya sebagai narasumber pada acara Simposium Nasional Akuntansi (SNA) ke-XXII Papua di Auditorium Universitas Cenderawasih, Jayapura.

Acara tersebut dibuka oleh Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti Ainun Na’im sekaligus sebagai keynote speaker pada tanggal 8 Oktober 2019 yang lalu.

Big Data  adalah istilah umum untuk segala kumpulan himpunan data dalam jumlah yang sangat besar dan kompleks sehingga menjadikannya sulit untuk ditangani atau di proses jika hanya menggunakan manajemen basis data biasa atau aplikasi pemroses data tradisional.

Untuk itu perlu perubahan mendasar dalam proses pembelajaran akuntansi di bangku kuliah.

Dengan berkembangnya teknologi informasi, banyak pekerjaan yang hilang karena sudah digantikan oleh mesin, termasuk proses pencatatan dan pembukuan (book keeping) sudah digantikan oleh computer.

Sebagai contoh, Gojek saat ini sudah dikategorikan sebagai  Decacorn, perusahaan yang bervaluasi 10 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 142 triliun.

Pertanyaan yang timbul , mengapa valuasi Gojek lebih besar dibanding Garuda, padahal Garuda memiliki 142 pesawat dan aset senilai 4,5 miliar dollar AS. Sementara Gojek tak memiliki satu pun motor untuk mengoperasikan bisnisnya.

Akademisi dan Guru Besar Universitas Indonesia Rhenald Kasali mengatakan, valuasi Gojek lebih besar karena analisis bisnis di era digital sudah berubah. Saat ini, aset tak lagi tangible seperti yang dimiliki Garuda Indonesia. Ada aset intangible yang tak bisa diukur dan dicatat pada balance sheet akuntansi seperti yang dimiliki Gojek.

Para akuntan perlu memahami bagaimana cara untuk melakukan data analitik dari sumber data yang berasal dari penggunaan internet, penggunaan smart phone dan smart device, social media dan digitalisasi media.

Dengan demikian, seorang akuntan tidak hanya bisa menjelaskan “Apa yang terjadi?” berdasarkan data transaksi keuangan, namun juga bisa menjelaskan “Mengapa terjadi?” berdasarkan Big Data dan Data Analitik.

Penjelasan tentang “Mengapa terjadi?” sangat diperlukan bagi pimpinan perusahaan di era Revolusi Industri 4.0 untuk melaksanakan 4 fungsi dasar bisnis di era Revolusi Industri 4.0, yaitu : (1) Customer Relationship Management (CRM), (2) Membantu operasional bisnis menjadi lebih efisien, (3) Meningkatkan experience mobile pengguna dan (4) Mendorong inovasi / Antisipasi keinginan Customer.

Perpaduan antara teknologi dan keuangan atau yang biasa disebut Financial Technology (Fintech) juga telah merubah model bisnis dan melemahkan bisnis / institusi tradisional yang sudah berjalan.

Fintech dimulai dari dunia perbankan dengan penerapan teknologi informasi pada Core Banking System (CBS), yang merupakan jantung dari system perbankan.

Penggunaan Anjungan Tunai Mandiri (ATM), e-banking, internet banking sudah menjadi keniscayaan bagi usaha perbankan.

Sebagai penutup, Big Data dan Fintech bisa menjadi pisau bermata dua, bisa sebagai ancaman bagi para akuntan yang tidak perlu dengan perkembangan Big Data dan Fintech, para akuntan jenis ini akan menjadi ‘dinosaurus’

Namun pemanfaatan Big Data dan Fintech juga bisa memberikan peluang bagi para akuntan untuk memberikan lebih banyak kontribusi dalam prose pengambilan keputusan. Karena berdasarkan Big Data dan Data Analitik akuntan juga bisa menjelaskan “Mengapa terjadi?”, tidak hanya bisa menjelaskan “Apa yang terjadi?” berdasarkan data transaksi keuangan,

Jangan lupa , akuntansi adalah bahasa bisnis. Artinya para akuntanlah yang seharusnya dan yang selayaknya bisa memberikan penjelasan gamblang tentang kondisi perusahaan dan strategi yang bisa diambil oleh manajemen perusahaan.


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


PIATTOPIA, Persembahan Greget Piattos untuk Generasi Muda Indonesia

PIATTOPIA, Persembahan Greget Piattos untuk Generasi Muda Indonesia
Universal Robina Corporation (URC) adalah salah satu perusahaan produk makanan dan minuman konsumen bermerek terbesar di Filipina. Perusahaan ini memi...


SMF Sokong Pembiayaan Rumah Karyawan PNM

SMF Sokong Pembiayaan Rumah Karyawan PNM
PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM bersama dengan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF, menandatangani nota kesepahaman/ Me...


Dalam Dua Hari, TEI 2019 Cetak Transaksi US$561 Juta

Dalam Dua Hari, TEI 2019 Cetak Transaksi US$561 Juta
Program misi pembelian (buying mission) selama dua hari penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-34 berhasil membukukan kontrak dagang senilai US...


Pemberdayaan Perempuan dalam Industri Maritim

Pemberdayaan Perempuan dalam Industri Maritim
Indonesia Maritime Expo (IME) yang digelar di JIExpo, Kemayoran memasuki hari ketiga. Masih dalam rangkaian Hari Maritim Sedunia yang jatuh pada 26 Se...


Sign In
VIP Members

BRAND UPDATES









Index

PRODUCT UPDATE






Index

OPPORTUNITIES UPDATE




Index