Jum'at, 01 Juli 2022

Follow us:

infobrand

infobrand

Geber Inovasi Machine Learning, Hitachi Vantara Kenalkan Model Manajemen Baru

Posted by: 09-03-2018 00:00 WIB 1225 viewer

Geber Inovasi Machine Learning, Hitachi Vantara Kenalkan Model Manajemen Baru
Hitachi Machine Learning

Hitachi Vantara, anak perusahaan Hitachi, Ltd. (TSE:6501) hari ini mengumumkan penambahan kapabilitas machine learningnya untuk membantu para ilmuwan data dalam mengamati, menguji, melatih, serta memindahkan model-model di dalam produksi. Sebuah inovasi dari Hitachi Vantara Labs, dikenal sebagai “Machine Learning Model Management.”

 

Seiring organisasi betransformasi secara digital, algoritma mereka menjadi keunggulan kompetitif utama - sekaligus berpotensi menimbulkan risiko. Model yang berada dalam masa produksi harus dipantau, diuji dan dilatih ulang terus-menerus sebagai respons terhadap perubahan, kemudian dipindahkan. Saat ini, pekerjaan tersebut melibatkan usaha secara manual dan, akibatnya, seringkali jarang dilakukan. Bila hal tersebut terjadi, ketepatan prediksi akan memburuk dan berdampak pada profitabilitas bisnis berbasis data.


David Menninger, SVP & Research Director, Ventana Research, mengatakan, "menurut penelitian kami, dua pertiga organisasi tidak memiliki proses otomatis untuk memperbarui model analisis prediktif mereka dengan lancar. Akibatnya, kurang dari seperempat model machine learning diperbarui setiap hari, sekitar sepertiga diperbarui setiap minggu dan lebih dari setengah diperbarui setiap bulan. Model yang sudah ketinggalan zaman dapat menciptakan risiko yang signifikan bagi organisasi."

 

Mempercepat proses model masuk ke dalam produksi: Langkah-langkah orkestrasi machine learning yang baru mendukung keahlian data dan fitur. Langkah-langkah ini mengevaluasi model dan meningkatkan keakuratannya menggunakan data produksi asli sebelum ditayangkan. Untuk penyetelan model lebih lanjut dan menghindari overfitting, tim operasi data dapat menyamaratakan model terhadap data uji produksi dengan menggunakan beragam teknik evaluasi antar validasi (cross-validation) and holdout.

 

Penyiapan dan pembersihan data spesifik algoritma - juga disebut sebagai "mil terakhir dari persiapan data" – sekarang menjadi otomatis. Tim operasi dapat menyesuaikan parameter model menggunakan GUI sederhana alih-alih menulis dan mempertahankan kode, yang membebaskan ilmuwan data untuk mengembangkan model baru.

 

Memaksimalkan keakuratan model dalam masa produksi: Setelah model diproduksi, ketepatannya biasanya menurun karena data produksi baru berjalan di dalamnya. Untuk menghindari hal tersebut,  beberapa evaluasi statistik baru membantu mengidentifikasi model yang terdegradasi. Visualisasi dan laporan yang kaya memudahkan untuk menganalisis kinerja model dan menemukan kesalahan. Saat pembaruan atau perubahan terjadi, model "penantang" baru dapat dengan mudah diuji A / B melawan model "juara" saat ini. Karena hasil tes dikembalikan lebih cepat, maka model bisa disesuaikan lebih awal.

 

 

Berkolaborasi dan mengatur operasi model pada skala: Banyak organisasi menuntut visibilitas mengenai cara algoritma membuat keputusan. Kurangnya transparansi sering menjadi penyebab dari kolaborasi yang buruk dalam kelompok-kelompok yang menerapkan dan memelihara model termasuk tim operasi, ilmuwan data, insinyur data, pengembang dan arsitek aplikasi.

 

Kemampuan baru dari Hitachi Vantara ini mendorong kolaborasi, menyediakan jalur data (data lineage) dari langkah-langkah model, visibilitas sumber data dan fitur untuk model. Transparansi yang lebih besar ini memungkinkan jaringan dan saluran data mudah dibagi, distandarisasi dan digunakan kembali di seluruh tim yang memungkinkan percepatan pembangunan aplikasi machine learning baru. Dengan memanfaatkan platform kelas enterprise, langkah-langkah model machine learning dimasukkan ke dalam saluran data dan dapat menjalankan volume data berskala besar di lingkungan yang sangat tersedia dan aman.

 

Machine learning dan Artificial Intelligence (AI) mengoptimalkan segalanya, mulai dari interaksi dengan pelanggan hingga operasi perusahaaan. Karena aplikasi-aplikasi ini berevolusi, ilmuwan data dan tim operasi TI perlu memindahkan model-model yang baru dilatih ke dalam produksi lebih cepat dari sebelumnya,sebelum, yang dapat menghilangkan akurasi, tahap kolaborasi dan governance,” kata John Magee, VP, product marketing, Hitachi Vantara.

 


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


Perbaiki Sanitasi Lingkungan, FIFGROUP Bangun IPAL

Perbaiki Sanitasi Lingkungan, FIFGROUP Bangun IPAL
JAKARTA, INFOBRAND.ID - PT Federal International Finance (FIFGROUP), anak perusahaan PT Astra International Tbk dan bagian dari Astra Financial, yang...


Bank DBS Indonesia Hadirkan Digital Banking untuk Nasabah Ritel korporasi dan UKM

Bank DBS Indonesia Hadirkan Digital Banking untuk Nasabah Ritel korporasi dan UKM
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Perkembangan transformasi digital menuntut industri perbankan untuk menyediakan produk dan layanan digital yang mudah, terjang...


Gelar Virtual Run & Ride, Bluebird Dukung Program Ketahanan Pangan

Gelar Virtual Run & Ride, Bluebird Dukung Program Ketahanan Pangan
JAKARTA, INFOBRAND.ID - PT Blue Bird Tbk (Perseroan), penyedia layanan transportasi terdepan dan terpercaya di Indonesia, sukses mengajak 7.000 orang...


Promo 7.7, McDonald’s Beri Diskon 50% melalui Indodana Payleter

Promo 7.7, McDonald’s Beri Diskon 50% melalui Indodana Payleter
JAKARTA, INFOBRAND.ID - McDonald’s, restoran cepat saji terkemuka di dunia, menghadirkan promo 7.7 dengan memberikan diskon hingga 50%. Konsumen...