Selasa, 13 April 2021

Follow us:

infobrand

infobrand

SoKlin Antisep, Detergen Pertama di Indonesia Mengandung Disinfektan

Posted by: 06-04-2021 21:45 WIB 105 viewer

SoKlin Antisep, Detergen Pertama di Indonesia Mengandung Disinfektan
SoKlin Antisep, detergen mengandung disinfektan.

JAKARTA - Pandemi Covid-19 telah merubah paradigma kita akan kebersihan dan kesehatan. Kehadiran virus ini mempertegas pentingnya penerapan pola hidup bersih dan sehat.

Sebagai perusahaan FMCG terkemuka asal Indonesia, Wings Group yang tidak pernah berhenti berinovasi, melalui Wings Care, meluncurkan SoKlin Antisep, detergen pertama di Indonesia yang mengandung disinfektan guna memberikan proteksi lebih kepada keluarga Indonesia dalam satu produk. SoKlin Antisep hadir dengan teknologi O2 Active Power yang berfungsi sebagai disinfektan, yang efektif membunuh virus, bakteri, dan kuman pada pakaian tanpa merusak warna dan serat kain.

Joanna Elizabeth Samuel, Marketing Manager Fabric Care Wings Group mengungkapkan, sesuai dengan visi perusahaan, Wings selalu berdedikasi untuk menghadirkan produk-produk berkualitas dengan harga terjangkau yang bertujuan agar keluarga Indonesia dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik, terutama di masa pandemi ini. Oleh karena itu, Wings meluncurkan SoKlin Antisep, detergen + disinfektan pertama di Indonesia yang mampu memberikan proteksi menyeluruh untuk pakaian keluarga dalam satu langkah mencuci.

IKLAN INFOBRAND.ID

“Moms tidak perlu merendam pakaian ke dalam cairan disinfektan terlebih dahulu sebelum mencucinya dengan deterjen, mencuci tetap praktis, pakaian tetap mendapatkan proteksi ganda dan tentunya tetap harum menyegarkan,” terang Joanna dalam konferensi pers virtual peluncuran SoKlin Antisep, Selasa (6/4/2021).

Joanna menambahkan, pakaian dan masker yang kita pakai dapat diibaratkan sebagai kulit kedua yang memberikan perlindungan terhadap tubuh. Sebab, pakaian dan masker lah yang pertama kali terpapar oleh virus, kuman, dan bakteri sebelum menyentuh tubuh kita, sehingga sangatlah penting untuk menjaga kebersihannya.

IKLAN INFOBRAND.ID

Karena itu Wings ingin terus mengingatkan masyarakat untuk jangan lengah, tetap waspada serta mengetatkan penerapan protokol kesehatan. Virus dan kuman berbahaya akan selalu berada di sekitar kita, maka dari itu, momentum ini harus dapat menjadi titik balik bagi kita dalam menerapkan gaya hidup yang lebih memperhatikan kebersihan, tak terkecuali pakaian.

“Setelah beraktivitas di luar rumah jangan lupa mandi, mengganti dan mencuci pakaian menggunakan SoKlin Antisep guna melindungi keluarga. Perubahan kecil yang kita lakukan dapat mewujudkan perlindungan besar karena keluarga sangat berharga,” tambah Joanna.

IKLAN INFOBRAND.ID

Menurut Joanna, SoKlin Antisep aman untuk pakaian putih dan berwarna. Inovasi penggabungan detergen dan disinfektan dalam bentuk bubuk ini diproduksi dengan menggunakan teknologi mutakhir yang baru tersedia di Amerika, beberapa negara Eropa dan hanya Jepang untuk Asia. Produk inovatif ini merupakan solusi praktis nan tepat untuk melindungi pakaian keluarga karena teknologi O2 Active Powernya tidak hanya membersihkan pakaian dari segala macam noda, namun juga membunuh mikroorganisme berbahaya penyebab penyakit dengan efektif hanya dalam satu langkah mencuci saja.

“Proses ini tentunya terjadi tanpa merusak warna maupun serat kain pada pakaian sehingga kualitas pakaian tetap terjaga,” jelas Joanna.

IKLAN INFOBRAND.ID

Sementara itu, Muhammad Zainal, WASH (Water, Sanitation & Hygiene) Specialist UNICEF Indonesia menambahkan, perilaku Hidup Bersih dan Sehat merupakan hal yang wajib diindahkan oleh semua elemen masyakat, terutama di masa pandemi seperti sekarang. UNICEF Indonesia, organisasi internasional yang bergerak dalam bidang kemanusiaan dan perkembangan kesejahteraan berkelanjutan bagi anak dan keluarga, turut hadir pada acara yang bertajuk “Perubahan Kecil, Perlindungan Besar” tersebut guna memberikan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya kebersihan.

Praktik 3M yaitu mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker adalah cara sederhana dan efektif dalam mencegah penyebaran penyakit COVID-19. Praktik ini perlu dibarengi dengan edukasi publik yang terus menerus untuk menjadikan ini sebagai kebiasaan yang berkesinambungan.

“Perlu diingat bahwa disiplin 3M dimulai dari diri kita sendiri, dari rumah kita sendiri, dan kepatuhan kita melakukan 3M bisa melindungi diri dan orang lain tertular virus Corona,” imbuh Muhammad Zainal.

Terkait dengan wacana pembukaan sekolah untuk pembelajaran tatap muka, Zainal juga mengatakan bahwa ada beberapa catatan penting yang harus dipahami dan dipatuhi. Menurutnya UNICEF sejalan dengan Pemerintah dalam hal pembukaan kembali sekolah untuk pembelajaran tatap muka karena penutupan sekolah akibat pandemi COVID-19 dalam jangka panjang akan memberikan dampak negatif terhadap anak khususnya dari segi pendidikan, diantaranya meningkatnya risiko anak putus sekolah, kendala tumbuh kembang dan kualitas pembelajaran yang disebabkan adanya perbedaan akses pembelajaran jarak jauh, serta kesehatan mental dan psikososial karena minimnya interaksi anak dengan guru, teman dan dunia luar. 

“Namun, pembukaan kembali sekolah harus diikuti dengan diterapkannya protokol kesehatan dan sekolah aman yang mengutamakan kesehatan dan keselamatan siswa, guru, keluarga dan masyarakat. Disamping itu, layanan pendidikan selama pandemi juga harus mempertimbangkan kondisi tumbuh kembang dan psikososial siswa,” tambahnya.

Penerapan protokol kesehatan yang baik dan lingkungan sekolah yang aman tentunya merupakan faktor yang harus dipenuhi jika pembelajaran tatap muka kembali dilakukan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi angka infeksi Covid-19 melalui klaster sekolah. Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, sekitar 14% dari total kasus Covid-19 Indonesia berasal dari anak sekolah. Maka dari itu, edukasi mengenai bagaimana cara melindungi diri dan keluarga dari virus tersebut sangatlah penting untuk dilakukan, tak terkecuali anak-anak.

Dalam meningkatkan akses terhadap WASH serta mewujudkan perubahan perilaku kebersihan agar hak anak akan lingkungan yang bersih dan sehat dapat dipenuhi, dibutuhkan pula upaya yang terpadu dari berbagai pihak. UNICEF memahami pentingnya peran dunia usaha dalam hal ini. Oleh karena itu, kami mengapresiasi kesempatan bekerjasama dengan Wings Group Indonesia.

“Dukungan Wings Group Indonesia kepada UNICEF telah membantu upaya pencegahan penularan COVID-19 melalui promosi praktik kebersihan yang benar dan mendukung akses sanitasi aman yang berkelanjutan untuk anak-anak dan keluarganya,” tutupnya.


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


Carsome Hadirkan Carsome Experience Center Pertama di Indonesia 

Carsome Hadirkan Carsome Experience Center Pertama di Indonesia 
JAKARTA - Carsome meluncurkan jenis layanan baru yang memungkinkan konsumen membeli mobil bekas bergaransi dengan meresmikan Carsome Experience Center...


Suplemen Powder Stick Pelega Tenggorokan Pertama di Indonesia

Suplemen Powder Stick Pelega Tenggorokan Pertama di Indonesia
JAKARTA - PT Bintang Kupu Kupu (Cap Kupu), perusahaan farmasi obat-obatan herbal yang telah beroperasi lebih dari 80 tahun di Indonesia, pada bulan Ma...


MediaTek dan Samsung Hadirkan TV 8K Berkemampuan Wi-Fi 6E Pertama di Dunia

MediaTek dan Samsung Hadirkan TV 8K Berkemampuan Wi-Fi 6E Pertama di Dunia
JAKARTA - MediaTek dan Samsung memperkenalkan TV QLED 8K pertama di dunia, Samsung QLED 8K Y21 ungulan, didukung oleh MT7921AU dari MediaTek, yang mem...


SoKlin Antisep, Detergen Pertama di Indonesia Mengandung Disinfektan

SoKlin Antisep, Detergen Pertama di Indonesia Mengandung Disinfektan
JAKARTA - Pandemi Covid-19 telah merubah paradigma kita akan kebersihan dan kesehatan. Kehadiran virus ini mempertegas pentingnya penerapan pola hidup...


Sign In
VIP Members

MOST POPULAR











Index

OPINIONS








Index
Elnusa