Wardah Global: Partisipasi ParagonCorp di Forum Perempuan Muslim Dunia Qatar
Wardah global hadir di forum perempuan Muslim dunia di Qatar, menyoroti ethical business, halal beauty, dan kepemimpinan perempuan.
Perwakilan ParagonCorp Wardah dalam forum Jadal Women’s Research Dialogue di Doha, Qatar.
INFOBRAND.ID, Jakarta – Wardah kembali memperkuat kiprah Wardah global melalui partisipasi ParagonCorp dalam forum perempuan Muslim dunia, Jadal Women’s Research Dialogue, yang digelar Al Mujadilah Center and Mosque for Women di Doha, Qatar, awal 2026. Kehadiran brand kecantikan halal asal Indonesia ini menegaskan komitmen dalam mendorong kepemimpinan perempuan dan praktik ethical business di tingkat internasional.
Forum tersebut mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi Muslim dari berbagai negara. ParagonCorp menghadirkan sejumlah tokoh, termasuk Retno Marsudi dan Deputy CEO and Chief R&D Officer ParagonCorp, dr. Sari Chairunnisa, Sp.D.V.E, FINSDV. Diskusi juga diikuti Founder Oola Qatar Haya Al Ghanim, CEO Yayasan MySDGs Malaysia Anita Ahmed, serta CEO Yayasan PETRONAS Malaysia Shariah Nelly Francis.
Executive Director Al Mujadilah, Dr. Sohaira Siddiqui, menjelaskan tujuan forum ini sebagai ruang dialog lintas disiplin. “Selama ini, terdapat kesenjangan dan dua ruang berbeda, ada ruang akademik untuk riset dan membahas hal-hal teoritis, dan ada ruang komunitas untuk berkumpul dan membahas hal-hal praktis. Saat ini, keduanya tidak bisa dipisahkan, kedua ruang tersebut perlu dilebur agar pembahasan antara riset dan kehidupan sehari hari, antara akademisi dan praktisi, serta antara teori dan praktisi, bisa menyeluruh dan menciptakan perspektif dan referensi yang bisa diterapkan oleh seluruh perempuan muslim di seluruh dunia. Jadal diselenggarakan untuk mewujudkan hal ini, agar dapat menjadi suatu platform yang memfasilitasi knowledge exchange dan pengembangan komunitas perempuan Muslim secara global.”
Dalam forum ini, Wardah global menyoroti peran faith, values, dan women stewardship sebagai fondasi pembentukan ethical business dan komunitas berkelanjutan. Di industri kecantikan, konsep ethical business sejalan dengan kerangka halal yang mencakup seluruh proses, mulai dari pemilihan bahan, formulasi, hingga rantai bisnis. Halal pun semakin berkembang sebagai standar global yang mencerminkan kualitas, keamanan, dan tanggung jawab produk.
Sebagai pionir halal beauty, ParagonCorp menegaskan pendekatan Ethical Business Ecosystem as a Living Value, yaitu penerapan prinsip halal secara menyeluruh dari inovasi hingga kontribusi sosial. Konsep ini mencakup pemilihan bahan berkualitas, rantai pasok cruelty-free, pemanfaatan teknologi, serta praktik bisnis transparan dan berkelanjutan.
“Halal adalah ethical principle yang membentuk cara kami bekerja. Lebih dari sekadar bisnis, ini adalah bentuk stewardship dan tanggung jawab kami sebagai manusia,” ujar Deputy CEO and Chief R&D Officer ParagonCorp, dr. Sari Chairunnisa, Sp.D.V.E, FINSDV.
Dalam sesi kepemimpinan, Retno Marsudi menyoroti pentingnya purpose sebagai fondasi kepemimpinan perempuan. Ia menekankan bahwa moral compass, integritas, dan nilai menjadi pegangan agar kepemimpinan tetap berpihak pada kepentingan publik, termasuk kelompok rentan.
Pada kesempatan yang sama, ParagonCorp juga memaparkan hasil riset mengenai aspirasi perempuan Muslim Indonesia terhadap kecantikan dan modernitas. Temuan riset menunjukkan bahwa kecantikan dimaknai sebagai proses bertumbuh melalui passion, kemandirian, produktivitas, dan keberanian yang berujung pada kontribusi nyata.
Generasi muda disebut memandang kecantikan dan kepemimpinan melalui perspektif purpose. Penekanan tidak hanya pada penampilan, tetapi juga integritas, spiritualitas, dan tanggung jawab sosial, seiring upaya menjaga keselarasan nilai dan iman di tengah perubahan zaman.
“Kami percaya bahwa beauty menemukan maknanya ketika ia bisa menggerakkan perempuan untuk bertumbuh dan menciptakan dampak positif bagi sesama. Berakar pada visi ParagonCorp sebagai A Purposeful Beauty Tech Company, Paragon Wardah menghadirkan nilai, etika, dan tanggung jawab sosial ke dalam dialog global. Melalui partisipasi di Jadal Women’s Research Dialogue ini, kami ingin menyuarakan dan memperkuat keterlibatan dan peran perempuan muslim untuk senantiasa mendorong perubahan ke arah yang lebih baik, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di tingkat global,” lanjut dr. Sari.
Melalui partisipasi ini, Wardah global menegaskan bahwa kecantikan diposisikan sebagai perjalanan yang berkaitan dengan tujuan, tanggung jawab, dan kontribusi, selaras dengan semangat Wardah Beauty Moves You.

