Senin, 16 Februari 2026

Follow us:

infobrand

Parfum Gen Z: Aroma sebagai Identitas dan Navigasi Emosional

Parfum Gen Z kini jadi simbol ekspresi diri dan navigasi emosional, seiring tren wewangian yang makin personal dan relevan bagi generasi muda.

Parfum Gen Z: Aroma sebagai Identitas dan Navigasi Emosional Peluncuran lini parfum Casablanca yang menyasar kebutuhan ekspresi diri generasi muda.

INFOBRAND.ID, Jakarta – Peran parfum mengalami pergeseran makna di kalangan generasi muda. Jika sebelumnya parfum identik sebagai pelengkap penampilan, kini parfum Gen Z diposisikan sebagai medium ekspresi diri sekaligus sarana membangun kepercayaan diri. Perubahan perilaku ini terlihat dalam peluncuran lini terbaru Casablanca Homme & Femme Eau de Parfum oleh brand di bawah naungan PT Priskila pada Sabtu (14/2).

Peluncuran tersebut juga merespons tren fragrance elitism yang sempat mendominasi pasar global sepanjang 2021–2023, berdasarkan data Mintel Global New Product Database (GNPD). Dalam tren ini, konsumen tidak hanya mencari aroma yang menyenangkan, tetapi juga nilai emosional dan makna personal dari sebuah parfum.

Perubahan persepsi terhadap parfum menunjukkan bahwa generasi muda semakin selektif dalam memilih aroma yang merepresentasikan karakter mereka. Parfum tidak lagi sekadar aksesori, melainkan bagian dari identitas yang melekat pada keseharian.

"Belakangan ini tuh kita melihat bahwa sebenarnya generasi muda saat ini menggunakan parfum tuh nggak cuma sekadar pakai gitu aja. Mereka ingin parfum yang dipakai itu bisa bikin percaya diri, tapi di sisi lain juga harus sesuai dengan karakter mereka," ujar X’Tyna Martha, Brand Manager Casablanca.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Casablanca menghadirkan parfum dengan klaim ketahanan aroma hingga 12 jam dan harga Rp26.000. Strategi ini sekaligus menantang anggapan bahwa kualitas dan daya tahan parfum selalu identik dengan harga tinggi. Menurut perusahaan, proses kurasi pemasok dilakukan secara selektif guna menjaga kualitas sekaligus mempertahankan aksesibilitas bagi konsumen muda.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana parfum Gen Z semakin bergeser menjadi bagian dari rutinitas personal yang berhubungan dengan pengalaman emosional. Konsumen tidak hanya mempertimbangkan aroma, tetapi juga relevansinya dengan aktivitas harian dan karakter individu.

Selain fungsi estetika, penggunaan parfum juga semakin dikaitkan dengan konsep self-love dan pengelolaan emosi. Dalam konteks ini, parfum diposisikan sebagai elemen yang membantu menyiapkan mental sebelum menjalani aktivitas.

"Parfum itu bisa mendorong kepercayaan diri kita. Ketika kita pilih parfum yang cocok, baik itu saat harus ketemu banyak orang atau lagi menjalani hari yang hektik, parfum membantu menyesuaikan mood dan menyiapkan kita untuk menjalani hari itu," tutur Cassandra Lee, Brand Ambassador Casablanca.

Pandangan tersebut selaras dengan pendekatan perusahaan dalam mengembangkan produk yang menargetkan generasi muda. Risa Trisanti, Head of Marketing PT Priskila, menegaskan bahwa inovasi produk diarahkan untuk mendukung pembentukan fondasi percaya diri sejak dini, seiring meningkatnya kebutuhan akan ekspresi diri di kalangan Gen Z.

Sebagai bagian dari kampanye “Unlock Your Spiritz”, Casablanca menggelar aktivasi #SpiritzOnTheMove di M Bloc pada 14–16 Februari 2026. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang eksplorasi aroma, memungkinkan pengunjung mengenal karakter parfum secara lebih personal. Momentum Valentine juga dimanfaatkan sebagai simbol apresiasi terhadap diri sendiri, sejalan dengan pesan kampanye yang menekankan eksplorasi identitas.

Perkembangan ini memperlihatkan bahwa parfum Gen Z tidak lagi sekadar produk gaya hidup, melainkan bagian dari narasi personal yang berkaitan dengan identitas, emosi, dan pengalaman sehari-hari. Pergeseran ini sekaligus mencerminkan dinamika industri wewangian yang semakin adaptif terhadap perubahan perilaku konsumen muda.


Share This Article!

Video Pilihan dari INFOBRAND TV