Rabu, 11 Desember 2019

Follow us:

infobrand

infobrand

Hadapi Perubahan Tren Industri, Telkom Optimis Tingkatkan Kinerja di Semester II 2018

Posted by: 29-08-2018 14:24 WIB 311 viewer

Hadapi Perubahan Tren Industri, Telkom Optimis Tingkatkan Kinerja di Semester II 2018
Direktur Keuangan Telkom Harry M. Zen (tengah) memberikan paparan terkait kinerja perseroan saat acara Investor Summit di Jakarta

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) optimis mampu meningkatkan kinerja pada semester II 2018. Penyelesaian pembangunan Infrastruktur sistem kabel laut serat optik internasional Indonesia Global Gateway (IGG), pengoperasian Satelit Merah Putih, pengembangan segmen bisnis seluler, fixed broadband, dan enterprise, serta reprofiling hutang floating rate, merupakan beberapa hal yang diharapkan dapat mendorong kinerja Perseroan hingga akhir tahun ini.

IGG Cable System merupakan jaringan backbone serat optik bawah laut yang menyediakan koneksi langsung ke belahan dunia bagian barat melalui jaringan South East Asia – Middle East – West Europe 5 (SEA – ME – WE 5) sepanjang 20 ribu km dan ke bagian timur melalui jaringan South East Asia – United States (SEA – US) sepanjang 15 ribu km.

Direktur Keuangan Telkom Harry M. Zen mengungkapkan hingga akhir Juni 2018, progres pembangunan IGG telah mencapai sepanjang 5.300 km atau sekitar 96%. Sistem kabel laut ini diharapkan siap beroperasi pada kuartal III 2018. Adanya IGG Cable System ini memberikan keunggulan kompetitif bagi Telkom melalui pengembangan rute ekspres menuju Eropa (SEA – ME – WE 5), Amerika Serikat (SEA – US) dan seamless connectivity di wilayah Timur dan Barat Indonesia (Express Super Core). “Keberadaan IGG Cable System selain memberikan keuntungan teknis berupa kapasitas, kehandalan dan latensi yang rendah, juga mendukung pengembangan bisnis broadband di Indonesia dan menangkap potensi pertumbuhan bisnis di kawasan,” ungkap Harry.

Selain itu, Telkom baru saja menyelesaikan peluncuran Satelit Merah Putih pada 7 Agustus lalu, dan telah berada di orbit 108 derajat Bujur Timur. Satelit yang membawa 60 transponder aktif dengan jangkauan Indonesia, negara-negara Asia Tenggara dan Asia Selatan ini, sedang menjalani In Orbit Test.  Kehadiran Satelit Merah Putih menambah kapasitas transponder satelit milik Telkom, sehingga  diharapkan dapat mengurangi kesenjangan digital di Indonesia (digital divide) dan memperkuat bisnis internasional TelkomGroup agar TelkomGroup mampu menjadi perusahaan telekomunikasi digital Indonesia yang terdepan dan berdaya saing global. “Satelit Merah Putih akan ready for service pada minggu ke-tiga September 2018,” ujar Harry.

Seiring meningkatnya dinamika industri telekomunikasi, khususnya pada segmen bisnis seluler, Telkom berupaya menciptakan industri seluler yang sehat dengan menerapkan berbagai strategi marketing dan pricing untuk memonetisasi data, serta terus konsisten melaksanakan pembangunan infrastraktur. Telkom berkomitmen terus menyesuaikan perkembangan tren konsumen di Indonesia yang sudah beralih dari layanan tradisional voice dan SMS menuju data, ditandai dengan pertumbuhan konsumsi data yang semakin meningkat dan tingginya demand pelanggan terhadap layanan data yang berkualitas. Dengan demikian, Telkom optimis mampu memperkuat kinerja bisnis mobile data di Semester II 2018.

Pada segmen bisnis fixed-broadband dengan produk IndiHome, hingga akhir Agustus 2018, Telkom mencatatkan pertumbuhan impresif dimana total pelanggan IndiHome telah mencapai lebih dari 4,5 juta atau bertambah 1,5 juta pelanggan sejak awal 2018. “Pertumbuhan jumlah pelanggan yang masif sejalan dengan peningkatan kualitas layanan kami, di antaranya dengan penguatan network, memperkaya konten, menawarkan beragam minipack menarik, serta terus melakukan improvement pada layanan purna jual. Hal ini juga merupakan upaya Telkom untuk terus menjaga excellent customer experience,” tambah Harry.

Sementara itu, untuk segmen bisnis enterprise, Telkom percaya mampu menjaga pertumbuhan pendapatan yang kuat, sebagaimana tercatat di Semester I 2018 yang tumbuh 19,5% dibanding tahun sebelumnya. Dengan meningkatnya tren digitalisasi di berbagai korporasi, UKM, dan instansi pemerintah, kebutuhan akan solusi information & communication technology (ICT) juga akan meningkat. “Ini menjadi peluang bisnis yang besar bagi Telkom untuk terus menumbuhkan segmen bisnis enterprise,” lanjut Harry.

Dari sisi pendanaan, dalam waktu dekat, Telkom juga segera menerbitkan Medium Term Notes (MTN) senilai Rp 1 triliun hingga Rp 2 triliun untuk memperbaiki struktur hutang dari sisi profil bunga. “Melalui MTN, Telkom memutuskan untuk mengunci sebagian bunga menjadi bunga tetap selama dua hingga tiga tahun ke depan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi tren perubahan tingkat suku bunga ke depan, di tengah tekanan kenaikan suku bunga dari Amerika Serikat yang dapat berdampak pada kenaikan tingkat suku bunga dalam negeri,” demikian pungkas Harry.


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


Ini Dia 5 Tips Belanja Cerdas ala Mastercard di Harbolnas 12.12

Ini Dia 5 Tips Belanja Cerdas ala Mastercard di Harbolnas 12.12
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Sebanyak 90% orang Indonesia sepakat bahwa 12.12 merupakan hari belanja online paling populer di negara ini. Pada tahun 2018,...


Huawei Siapkan Beragam Promo Menarik di Harbolnas

Huawei Siapkan Beragam Promo Menarik di Harbolnas
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Dalam rangka menyambut tahun baru 2020 dan Hari Belanja Online Nasional di tanggal 12 Desember 2019, Huawei CBG Indonesia siap...


Role Model Bank Sampah KBA Rawajati yang Menusantara

Role Model Bank Sampah KBA Rawajati yang Menusantara
INFOBRAND.ID - Siapa sangka di tengah padatnya kota Jakarta, terdapat sebuah kampung yang asri dan berseri. Ya kala itu tepatnya Sabtu, (7/12/2019) ro...


Buntut Penyelundupan Harley Davidson, Semua Direksi Garuda Indonesia Diberhentikan

Buntut Penyelundupan Harley Davidson, Semua Direksi Garuda Indonesia Diberhentikan
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Setelah Menteri BUMN Erick Thohir pecat Dirut Garuda I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Ashkara soal penyelundupan on...