Selasa, 19 Oktober 2021

Follow us:

infobrand

infobrand

Hadirkan Program Santripreneur, Kemenperin Bina Lebih dari 10 Ribu Santri

Posted by: 27-09-2021 10:13 WIB 98 viewer

Hadirkan Program Santripreneur, Kemenperin Bina Lebih dari 10 Ribu Santri
Kemenperin Konsisten Lanjutkan Program Santripreneur

JAKARTA, INFOBRAND.ID - Kementerian Perindustrian berkomitmen untuk terus melaksanakan program Santriprerneur dengan tujuan mendorong pertumbuhan dan pengembangan wirausaha industri baru di lingkungan pondok pesantren. Berbagai bentuk kegiatan dalam implementasi program Santripreneur, antara lain memacu kompetensi teknis para santri serta memfasilitasi bantuan mesin dan peralatan produksi.

Program Santripreneur yang digulirkan sejak tahun 2013 ini telah membina sebanyak 84 pondok pesantren di berbagai wilayah Indonesia, dengan melibatkan 10.149 santri. ‘’Jumlah santri di Indonesia yang cukup besar, yaitu tercatat hingga 4,3 juta santri, merupakan aset potensial yang dapat mewujudkan kemandirian bangsa khususnya dalam membangun wirausaha,” kata Plt. Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita di Jakarta, Jumat (24/9).

Reni menjelaskan, para santri telah dikenal dengan kemandirian dan ketekunannya yang selalu ditanamkan semasa menempuh pendidikan di pondok pesantren. “Kemandirian bangsa ini dimulai dengan kemandirian ekonomi, dimulai dari lingkungan terkecil termasuk pada pesantren,” tuturnya.

Beberapa waktu lalu, Ditjen IKMA Kemenperin menggelar pembukaan bimbingan teknis dan penyerahan fasilitasi mesin peralatan pengolahan roti di Pondok Pesantren Futuhiyyah, Demak, Jawa Tengah. Kegiatan ini dalam rangka kelanjutan dari pelaksanaan Program Santripreneur pada tahun ini.

Dalam kunjungan kerjanya di Pondok Pesantren Futuhiyyah, Reni bersama Inspektur Jenderal Kemenperin Masrokhan, juga melakukan diskusi bersama dengan pengasuh pondok pesantren dan Pemerintah Daerah Kabupaten Demak untuk menguatkan sinergi terkait pengembangan unit industri yang ditumbuhkan di pondok pesantren khususnya di wilayah Demak.

Masrokhan mengungkapkan bahwa pondok pesantren sebagai institusi pendidikan yang telah ada sebelum Indonesia memperoleh kemerdekaan, telah berkontribusi nyata dalam perjuangan bangsa. “Oleh karena itu, mempercayakan pondok pesantren untuk ikut serta dalam memajukan ekonomi melalui wirausaha industri adalah langkah yang tepat,” tegasnya.

Menurut Masrokhan, diperlukan inisiatif dan kreativitas dari pondok pesantren untuk dapat membuka pasar terhadap produk yang dihasilkan. “Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah juga sangat dibutuhkan sebagai pendamping terdekat untuk memberikan pembinaan baik dari sisi teknis, perijinan, dan hal lain yang dibutuhkan,” imbuhnya.

Reni menambahkan, pihaknya optimistis Indonesia bisa menjadi pusat produsen halal dunia pada tahun 2024, sesuai arahan Wakil Presiden Indonesia K.H Ma’ruf Amin. Hal ini tidak terlepas dari potensi besar yang dimiliki Indonesia, seperti bahan baku, pangsa pasar, dan juga santri yang termasuk ketersediaan sumber daya manusia kompeten.

“Hal itu menjadi logis karena tercatat bahwa Indonesia merupakan negara muslim terbesar, yaitu sebanyak 229 juta penduduknya merupakan muslim atau 13% dari total populasi muslim dunia,” ungkapnya.

Berdasarkan peluang tersebut, Indonesia tidak hanya menjadi target konsumen industri halal global, tetapi juga sebagai produsen yang dapat memenuhi pasar produk halal dalam negeri.

Mendukung visi tersebut, pada Juni 2021 lalu, Ditjen IKMA Kemenperin telah menyelenggarakan Indonesia Industrial Moslem Product Exhibition. Ajang pameran virtual produk halal lifestyle premium Indonesia yang bertujuan membuka dan memperluas pemasaran produk muslim Indonesia.


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


Asik, BI Teruskan DP 0 Persen Kendaraan Bermotor Hingga Desember 2022

Asik, BI Teruskan DP 0 Persen Kendaraan Bermotor Hingga Desember 2022
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Bank Indonesia memperpanjang kebijakan pelonggaran ketentuan uang muka alias Down Payment (DP) kredit kendaraan bermotor menja...


Jutaan Produk Halal Asal Indonesia Siap Diekspor ke Mancanegara

Jutaan Produk Halal Asal Indonesia Siap Diekspor ke Mancanegara
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Direktur Utama Halal Network International (HNI) Agung Yulianto mengatakan jutaan produk halal asli Indonesia siap diekspor ke...


BSI: Teknologi QRIS Dorong Inklusi Keuangan

BSI: Teknologi QRIS Dorong Inklusi Keuangan
JAKARTA, INFOBRAND.ID - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menyatakan pihaknya aktif mendorong inklusi keuangan melalui digitalisasi yang salah satun...


UKM Binaan ECP Kemendag Kembali Tembus Pasar Ekspor!

UKM Binaan ECP Kemendag Kembali Tembus Pasar Ekspor!
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Kementerian Perdagangan melalui program pendampingan ekspor 2021 kembali berhasil mencetak pelaku usaha berorientasi eksp...


Sign In
VIP Members

MOST POPULAR






Index

BRANDING & CSR






Index