Senin, 30 November 2020

Follow us:

infobrand

infobrand

Mengelus Fulus Klinik Kecantikan Ghanisa Aesthetic & Reflexology

Posted by: 11-09-2019 16:37 WIB 728 viewer

Mengelus Fulus Klinik Kecantikan Ghanisa Aesthetic & Reflexology
Klinik kecantikan Ghanisa Aesthetic & Reflexology

INFOBRAND.ID - Selalu ingin tampil cantik dan awet muda merupakan dambaan setiap wanita. Namun seiring berjalannya waktu, kecantikan pun akan mulai memudar karena termakan usia. Untuk selalu menjaga penampilannya agar tetap cantik dan mempesona, biasanya wanita akan melakukan perawatan dengan pergi ke klinik kecantikan.

Inilah yang mendorong bisnis klinik kecantikan semakin bersinar. Potensinya pun kian dilirik oleh para pengusaha. Tak hanya di ibukota, bisnis klinik kecantikan juga populer di kota besar lainnya. Salah satunya klinik kecantikan Ghanisa Aesthetic & Reflexology besutan pasangan suami istri Rifatul Minnah dan Deddy Purnomo.

Sejak pertama kali berdiri pada 2014 lalu, klinik kecantikan yang bermarkas di Kalimantan ini semakin diminati calon investor. Buktinya, saat ini sudah ada delapan cabang yang resmi beroperasi di Malang, Banjarmasin, Riau dan Padang.

“Strategi kita sebenarnya yang penting target marketnya ada, pangsa pasarnya ada. Jadi tinggal penjualan produk saja dan penawaran investasinya sendiri. Sementara untuk meningkatkan trust kepada calon investor, kita sampaikan kelebihan dari klinik kita,” ujar perempuan yang akrab disapa Rifa itu saat dihubungi redaksi melalui sambungan telepon, Rabu (11/9/2019).

Rifa mengaku, meskipun eranya sekarang sudah digital, tapi dia dan tim masih nyaman menggunakan strategi offline. Tentu ini bukan tanpa alasan, mengingat pihaknya saat ini sedang disibukkan dengan persiapan produk baru.

“Sebenarnya online itu kita sudah main, hanya saja belum maksimal. Boleh dibilang perbandingannya 80 persen offline dan 20 persen online. Nanti setelah kita launching produk baru, baru kita fokus juga di online,” kata dia.

Terkait dengan produk barunya, kata Rifa, sedikitnya nanti akan ada 12 produk baru yang dimana saat ini sedang dalam pengecekan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). “Kita tinggal nunggu notifikasi dari BPOM aja sih. Mungkin dua bulanan lagi,” jelasnya.

Rifa juga mengatakan kalau bisnis kecantikannya ini menyasar konsumen dengan target market middle low. Dimana untuk harga perawatannya sendiri mulai dari Rp50 ribu sampai jutaan rupiah.

“Untuk itu area ramai seperti kampus menjadi lokasi yang potensial untuk bisnis ini,” kata dia.

Perlu diketahui, klinik kecantikan Ghanisa Aesthetic & Reflexology sendiri memang telah terdaftar pada BPOM dan Kemenkes Republik Indonesia. Sehingga standar dan keamanan bagi konsumennya lebih terjamin.

Ghanisa juga masih membuka peluang kerjasama bagi calon mitra yang tertarik bergabung. Ada tiga paket yang ditawarkan yakni paket pertama Rp150 juta tanpa interior, paket kedua Rp300 juta termasuk interior dan paket ketiga Rp350 juta dengan suasana interior yang lebih premium.

Ketiga paket nilai investasi tersebut, sudah termasuk biaya lisensi sebesar Rp50 juta untuk jangka waktu 3 tahun. Sementara perkiraan omset per bulan bisa mencapai Rp90 juta dengan profit di angka Rp20 jutaan per bulan.

Kalau untuk balik modalnya sendiri tergantung dengan sewa tempat. Kalau sewa tempatnya itu di atas Rp50 juta maka kemungkinan balik modalnya setahun setengah. Kalau sewa tempatnya di bawah 50 juta, dalam setahun sudah bisa balik modal. [ded]


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


Menyulap Eks Lokalisasi Doli Jadi Kawasan Edu Wisata

Menyulap Eks Lokalisasi Doli Jadi Kawasan Edu Wisata
JAKARTA - Bicara brand, Doli menjadi nama tempat yang sudah sangat dikenal masyarakat. Namun sayang, dikenalnya sebagai tempat lokalisasi yang konon t...


Digelar Secara Daring, PWN 2020 akan Diramaikan 30 Merek Waralaba

Digelar Secara Daring, PWN 2020 akan Diramaikan 30 Merek Waralaba
JAKARTA - Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Bina Usaha dan Pelaku Distribusi, Direktorat Jenderal Dalam Negeri, menggandeng Perhimpunan Waral...


Perusahaan Ambil Bagian Bangkitkan UMKM Pasca Pandemi

Perusahaan Ambil Bagian Bangkitkan UMKM Pasca Pandemi
JAKARTA - Pemerintah melalui kementerian terkait terus memberikan perhatiannya pada industri UMKM pasca pandemi. Misalnya dukungan kepada UMKM berupa...


Bangkit Pasca Pandemi Covid-19, UMKM Siap Go Digital

Bangkit Pasca Pandemi Covid-19, UMKM Siap Go Digital
JAKARTA - Akibat pandemic covid-19 penjualan industri usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) merosot hampir 23%. Sebanyak 20% pelaku UMKM mengalami ham...