Selasa, 18 Juni 2019

Follow us:

infobrand

infobrand

Sun Life Financial Indonesia Gelar Seminar Edukatif Asuransi Syariah untuk Masyarakat Aceh

Posted by: 23-02-2017 14:51 WIB 155 viewer

Sun Life Financial Indonesia Gelar Seminar Edukatif Asuransi Syariah untuk Masyarakat Aceh
Sun Life

PT Sun Life Financial Indonesia (“Sun Life”) bekerja sama dengan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) menggelar seminar edukatif untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Aceh terhadap asuransi syariah. Seminar ini menghadirkan pembicara dari Sun Life, MES, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memberikan pemahaman komprehensif tentang nilai-nilai utama dan manfaat ekonomi dan asuransi syariah.

Norman Nugraha, Chief Agency Officer Syariah Sun Life Financial Indonesia, mengatakan bahwa tujuan kerja sama Sun Life dengan MES adalah untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya perencanaan finansial syariah. Selain untuk meningkatkan pangsa pasar asuransi syariah khususnya di Aceh, kerja sama ini juga dimaksudkan untuk membuka wawasan baru mengenai besarnya peluang bisnis yang ditawarkan oleh asuransi syariah.

““Sun Life percaya bahwa asuransi syariah dengan nilai-nilai keutamaannya menawarkan manfaat yang besar bagi masyarakat luas, tanpa memandang latar belakang sosial dan kepercayaan yang dianut. Kami yakin nilai-nilai bisnis yang ditawarkan seperti adil, transparan dan universal, akan diterima dengan baik oleh masyarakat di manapun, termasuk di Aceh, yang memegang teguh nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Norman.

Pentingnya sosialisasi dan edukasi yang berkelanjutan mengenai asuransi syariah menjadikan Sun Life terus memperkuat komitmennya untuk mendorong pertumbuhan sektor ini. Komitmen ini diwujudkan dengan mengenalkan positioning baru agensi syariah Sun Life sebagai Modern Syariah Insurance Expert (MSIE) yang menjadikan pembeda dari keagenan asuransi syariah lain di pasarnya.

“Keunggulan utama agen asuransi syariah Sun Life adalah terlatih secara profesional dan memiliki wawasan serta pengetahuan yang luas. Didukung program pelatihan yang lengkap dan berkelanjutan serta besarnya potensi pasar di Aceh, kami berharap dapat merekrut lebih banyak agen MSIE dari daerah ini yang akan membantu menyebarkan manfaat asuransi syariah ke masyarakat lebih luas lagi,” ujar Norman.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Aceh di tahun 2015, jumlah penduduk usia produktif di Aceh mencapai lebih dari 2,1 juta jiwa dan menjadikan Aceh sebagai pasar yang menjanjikan dan berpotensi menciptakan peluang bisnis asuransi syariah bagi masyarakat di provinsi ini.

IPada kesempatan yang sama, Muhammad Amin, Direktorat Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mengatakan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi masih rendahnya pangsa pasar asuransi syariah adalah rendahnya tingkat literasi dan keyakinan masyarakat terhadap lembaga jasa keuangan.

“Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2016 menunjukkan masyarakat Indonesia yang memiliki tingkat literasi ‘baik’ terhadap industri asuransi relatif rendah, terutama terhadap asuransi syariah. Indeks literasi asuransi hanya mencapai 15,76%, turun dari survei tahun 2013 yaitu 17,84%. Sementara itu, tingkat utilitas mencapai 12,08%, tidak berubah jauh dari survei 2013 di angka 11,81%. Artinya, dari 100 orang Indonesia hanya 15 sampai 16 orang yang mengenal lembaga jasa keuangan asuransi dan hanya 12 orang yang sudah menggunakan jasa asuransi” ujar Muhammad Amin.

Senada dengan pernyataan OJK, Ah. Azharuddin Lathif, Pengurus Pusat MES yang juga merupakan pakar asuransi syariah mengaku optimistis sektor asuransi syariah dapat mempertahankan tingkat pertumbuhan di kisaran 15% - 20% pada 2017.

MES yakin, Aceh sebagai satu-satunya provinsi yang menerapkan syariat Islam di Indonesia, dapat menjadi pusat pengembangan ekonomi syariah nasional. Hal ini juga didukung prinsip dari asuransi syariah yang sejalan dengan prinsip syariat Islam.

Perkembangan industri asuransi syariah selama kurun waktu 2015-2016 terbilang signifikan di tengah perlambatan ekonomi. Per Oktober 2016 aset asuransi syariah tumbuh menjadi Rp33,41 triliun, atau naik 36% dari periode yang sama di 2015 yang tercatat sebesar Rp24,63 triliun.

Jumlah kontribusi bruto per Oktober 2016 sebesar Rp 9,89 triliun, atau naik 15% dari periode yang sama di 2015 sebesar Rp8,57 triliun. Dari sisi aset, pangsa pasar asuransi syariah masih sekitar 5% dari total aset industri asuransi konvensional yang mencapai Rp917,36 triliun.1

Rangkaian seminar asuransi syariah serupa juga akan digelar di Solo, Jawa Tengah dan Malang, Jawa Timur, pada Maret 2017.


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


Cashlez Resmikan Kantor Baru di Sunter

Cashlez Resmikan Kantor Baru di Sunter
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Perusahaan Payment Gateway Indonesia, Cashlez semakin memperluas jaringannya dengan membuka kantor baru di kawasan Puri Mutiar...


Indonesia Brand Network Siap Gelar Seminar Kedua di Jakarta

Indonesia Brand Network Siap Gelar Seminar Kedua di Jakarta
JAKARTA, INFOBRAND.ID – Setelah sukses menggelar Gathering pertamanya di Surabaya awal Mei lalu, kali ini Komunitas Indonesia Brand Network (IBN...


Gandeng Ericsson, Telkomsel Siap Wujudkan Jaringan 5G di Indonesia

Gandeng Ericsson, Telkomsel Siap Wujudkan Jaringan 5G di Indonesia
JAKARTA, INFOBRAND.ID – Telkomsel dan Ericsson resmi menjalin kerjasama. Keduanya diinformasikan akan mengembangkan jaringan internet 5G di Indo...


Toyota Jual 31.800 Unit Mobil Pada Mei 2019, Avanza Paling Laris!

Toyota Jual 31.800 Unit Mobil Pada Mei 2019, Avanza Paling Laris!
JAKARTA, INFOBRAND.ID – Penjualan ritel Toyota sepanjang Mei 2019 tercatat sebanyak 31.800 unit. Berdasarkan data yang dirilis PT Toyota Astra M...