Perkuat Omnichannel, Lilla Hadirkan Kurasi dan Edukasi Ibu
Lilla memperkuat omnichannel melalui kurasi produk dan edukasi spesifik untuk setiap tahap ibu dan anak di awal 2026.
Lilla menghadirkan kurasi produk dan edukasi ibu dan anak melalui strategi omnichannel terintegrasi.
INFOBRAND.ID, Jakarta – Memasuki awal tahun 2026, tantangan yang dihadapi para ibu di era digital semakin kompleks seiring derasnya arus informasi yang beredar. Kondisi tersebut kerap membuat orang tua kesulitan memilah informasi yang relevan, aman, dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing fase pengasuhan. Menyikapi situasi ini, Lilla, platform penyedia kebutuhan ibu dan bayi yang berada dalam ekosistem Social Bella Indonesia, kembali menegaskan fokus bisnisnya dalam memperkuat omnichannel melalui kurasi produk dan edukasi yang lebih spesifik untuk setiap tahap ibu dan anak.
Melalui kampanye Trusted Mom’s Companion for Every #MOMent, Lilla memposisikan diri sebagai pendamping bagi para ibu dengan menghadirkan pendekatan yang lebih terstruktur. Kampanye ini diarahkan untuk membantu ibu mendapatkan kejelasan informasi serta membangun rasa percaya diri dalam menjalani setiap fase pengasuhan secara lebih terarah.
CEO Lilla, Chrisanti Indiana, menjelaskan bahwa perusahaan tidak hanya berfokus pada penyediaan informasi, tetapi juga pada proses penyaringan agar informasi tersebut relevan dan aman bagi kondisi yang dihadapi setiap ibu. Pendekatan ini didasarkan pada klasifikasi tahapan motherhood yang dibagi ke dalam empat fase utama, yakni masa kehamilan (Pregnancy), periode menyusui (Breastfeeding), tahap pemberian makanan pendamping ASI (MPASI), hingga masa tumbuh kembang anak usia dini (Lil’ Ones).
“Selain itu, strategi ini memastikan bahwa setiap layanan, mulai dari edukasi hingga kurasi produk, benar-benar menyentuh kebutuhan spesifik di masing-masing tahap tersebut,” papar dia.
Pendekatan berbasis tahapan tersebut diterapkan secara konsisten dalam pengembangan layanan Lilla, baik dari sisi produk maupun konten. Dalam pemenuhan kebutuhan fisik, Lilla menjalin kolaborasi dengan lebih dari 150 merek terkurasi dengan total sekitar 3.000 produk per Januari 2026. Seluruh produk yang ditawarkan telah melalui proses seleksi dengan standar keamanan tertentu, termasuk kepemilikan sertifikasi resmi dari BPOM, Kementerian Kesehatan, serta Standar Nasional Indonesia (SNI).
Ragam produk yang tersedia mencakup berbagai kebutuhan ibu dan anak, mulai dari perawatan pribadi ibu dan bayi, perlengkapan menyusui, mainan edukatif, hingga kebutuhan pascamelahirkan. Seluruh produk tersebut dikurasi untuk memastikan keaslian dan kualitas sebelum sampai ke tangan konsumen.
Selain memperkuat sisi produk, Lilla juga mengembangkan pilar edukasi sebagai bagian dari strategi omnichannel. Perusahaan menggandeng berbagai tenaga profesional, antara lain dokter spesialis anak, dokter kandungan, ahli gizi, bidan, hingga konselor laktasi. Kolaborasi ini bertujuan menghadirkan konten edukasi yang lebih kredibel dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari oleh para ibu.
Konten edukasi tersebut disalurkan melalui berbagai kanal digital Lilla agar mudah diakses oleh pengguna. Dengan pendekatan ini, informasi yang diterima ibu tidak hanya bersifat umum, tetapi disesuaikan dengan fase yang sedang dijalani, sehingga lebih relevan dengan kebutuhan aktual.
Dukungan terhadap aspek emosional juga menjadi bagian dari layanan yang dikembangkan Lilla melalui pembentukan Lilla Moms Club (LMC). Komunitas berbasis digital ini dirancang sebagai ruang aman bagi para ibu untuk berbagi pengalaman, bertukar informasi, serta mencari solusi atas berbagai tantangan pengasuhan tanpa rasa khawatir akan penilaian dari sesama anggota.
Di sisi distribusi dan pengalaman belanja, Lilla memperkuat strategi omnichannel dengan mengintegrasikan platform online dan toko fisik. Konsumen dapat berbelanja melalui aplikasi maupun situs web dengan pilihan layanan pengiriman, serta mengunjungi Lilla Store dan Lilla Corner yang tersebar di sejumlah wilayah, seperti Jakarta, Bekasi, dan Medan.
Integrasi kanal ini memungkinkan fleksibilitas layanan, termasuk pengambilan pesanan di toko maupun pengiriman langsung dari toko ke rumah. Skema tersebut dirancang untuk memberikan kemudahan akses dan efisiensi waktu bagi para ibu yang memiliki mobilitas tinggi dalam mengelola kebutuhan keluarga dan buah hati mereka.

