Strategi Komunikasi Digital: Belajar dari Amanda Brownies
Pelajari strategi komunikasi digital Amanda Brownies dalam membangun kepercayaan publik dan citra positif untuk memacu pertumbuhan bisnis di era digital.
Brand Amanda Brownies dan kehadirannya di platform X.
INFOBRAND.ID, Jakarta – Dalam beberapa waktu terakhir, media sosial X diramaikan oleh interaksi jenaka antara brand legendaris Amanda Brownies dengan para pengikutnya. Fenomena ini bukan sekadar keberuntungan algoritma, melainkan hasil dari strategi komunikasi digital yang terencana dengan baik. Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat di tahun 2026, membangun citra positif melalui kanal digital telah menjadi kebutuhan mutlak bagi setiap perusahaan yang ingin tetap relevan di mata konsumen.
Membangun kepercayaan publik melalui Digital Public Relations (Digital PR) kini jauh lebih kompleks daripada sekadar memasang iklan satu arah. Masyarakat modern, terutama para profesional dan pelaku bisnis, memahami bahwa kejujuran dan sisi manusiawi dari sebuah brand adalah nilai tambah yang besar. Amanda Brownies berhasil menunjukkan hal ini dengan mengubah gaya komunikasinya menjadi lebih organik dan responsif. Mereka tidak lagi hanya memposisikan diri sebagai brand brownies, tetapi juga sebagai "teman" yang asyik diajak berinteraksi di ruang digital.
Pentingnya Interaksi dan Citra Positif

Interaksi yang dijalin secara konsisten terbukti efektif dalam memacu pertumbuhan brand secara signifikan. Ketika sebuah brand/perusahaan mampu merespons masukan dengan empati atau menjawab pujian dengan gaya yang menyegarkan, mereka sedang menanam benih loyalitas jangka panjang. Dalam strategi komunikasi digital yang sukses, keterlibatan (engagement) bukan sekadar angka statistik berupa jumlah like atau retweet, melainkan jembatan emosional antara produk dan pelanggan.
Citra positif yang terbangun melalui percakapan digital ini akan menjadi modal kuat bagi perusahaan. Bagi para pengusaha dan pemasar, poin penting yang bisa dipetik adalah bagaimana Digital PR mampu mengubah persepsi publik. Brand yang tadinya dianggap "kuno" bisa bertransformasi menjadi brand yang "kekinian" tanpa harus kehilangan jati dirinya. Hal ini menciptakan rasa percaya bahwa brand/perusahaan tersebut adaptif terhadap perkembangan zaman namun tetap konsisten menjaga kualitas layanannya.
Digital PR untuk Pertumbuhan Berkelanjutan
Efektivitas komunikasi digital juga sangat ditentukan oleh konsistensi narasi yang disampaikan kepada publik. Amanda Brownies tetap mempertahankan nilai-nilai sejarahnya sebagai bisnis keluarga sambil tetap tampil luwes di platform modern. Penggabungan antara tradisi dan inovasi dalam berkomunikasi inilah yang menciptakan persepsi bahwa sebuah brand memiliki stabilitas namun tetap inovatif. Bagi profesional perusahaan, pola ini menunjukkan bahwa digitalisasi bukan berarti membuang identitas lama, melainkan membungkusnya dengan cara yang lebih komunikatif dan mudah dipahami.
Pada akhirnya, tujuan utama dari pengelolaan Digital PR yang baik adalah untuk memicu pertumbuhan perusahaan secara menyeluruh di era digitalisasi saat ini. Citra yang kredibel di ranah digital akan menarik perhatian calon konsumen baru yang mungkin sebelumnya tidak terjangkau oleh media konvensional. Melalui strategi komunikasi digital yang tepat, sebuah brand dapat memperluas jangkauan pasarnya dengan lebih efisien. Publik yang sudah menaruh kepercayaan tinggi cenderung akan menjadi pembela sekaligus tenaga pemasaran sukarela yang paling loyal bagi perusahaan.

