Selasa, 02 Juni 2020

Follow us:

infobrand

infobrand

Perhimpunan WALI Ingin Bisnis Franchise Indonesia Go Internasional

Posted by: 16-10-2019 13:50 WIB 773 viewer

Perhimpunan WALI Ingin Bisnis Franchise Indonesia Go Internasional
Ketua Umum Perhimpunan Waralaba & Lisensi Indonesia (WALI), Levita Supit (Kedua dari kiri)

JAKARTA, INFOBRAND.ID - Berdiri sejak 20 tahun lalu, Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI) masih menjadi asosiasi andalan yang menjadi rujukan bagi para pelaku usaha franchise di Indonesia. Sampai saat ini, kurang lebih sudah ada 300 member yang sudah bergabung dengan asosiasi yang dinahkodai oleh Levita Ginting Supit ini.

“Sekitar 40 persen member kita (Perhimpunan WALI) dari sektor Food & Beverage (F&B). Sementara sisanya dari jasa, retail dan sektor lainnya,” ujar perempuan yang akrab disapa Ita ini pada Franchiseglobal.com.

Levita menuturkan, pihaknya telah melakukan berbagai kegiatan atau aktivitas untuk menumbuhkembangkan bisnis franchise di Indonesia. Misalnya seperti mengadakan pelatihan kepada para member, FGD (Focus Group Discussion), gathering, sharing dan aktivitas bermanfaat lainnya.

IKLAN INFOBRAND.ID

Dalam setahun, kata Ita, Perhimpunan WALI bisa mengadakan kegiatan sebanyak empat kali. Hal ini dilakukan untuk mengetahui lebih jauh perkembangan bisnis franchise di Indonesia, terutama untuk para membernya.

“Karena kan untuk pengembangan bisnis franchise itu butuh masukan-masukan. Apa sih yang harus dilakukan? Karena dari tahun ke tahun itu kan pasti polanya berbeda terus. Seperti menghadapi era yang berubah, menghadapi kompetitor, market. Itu yang harus kita diskusikan lebih lanjut,” jelasnya.

Selain itu, Perhimpunan WALI juga turut memfasilitasi member-membernya yang ingin mengembangkan bisnisnya sampai ke luar negeri melalui pameran franchise. Hal ini dilakukan agar mata dunia bisa melihat kalau bisnis franchise di Indonesia bisa growing, sebagaimana franchise asing yang buka di Indonesia.

“Ini juga merupakan salah satu bentuk perhatian WALI kepada member-member kami yang ingin mengembangkan bisnis franchise mereka sampai ke luar negeri. Tentunya mereka harus siap dulu, sehingga nanti kita bisa mempertemukan mereka dengan pelaku-pelaku usaha yang ada di luar,” katanya.

Menurut Ita, saat ini bisnis franchise yang sudah go internasional belum terlalu banyak, meskipun ada beberapa yang di Asia. Oleh karenanya, ini menjadi konsentrasi penuh Perhimpunan WALI sebagai asosiasi franchise di Indonesia untuk mendorong pertumbuhan bisnis franchise Indonesia untuk go internasional.

“Kalau tahun-tahun sebelumnya kan kita lebih fokus mengembangkan bisnis franchise lokal. Tapi beberapa tahun terakhir ini kita sedang berusaha untuk meng-go internasional-kan bisnis franchise Indonesia. Selain itu, yang juga menjadi fokus kita adalah kita ingin bisnis franchise Indonesia bisa menjadi tuan rumah di negara sendiri,” tuturnya.

Di Indonesia sendiri, menurut Ita, franchise lokal masih lebih banyak ketimbang franchise asing. Kendati demikian, cabang daripada franchise asing masih lebih banyak ketimbang franchise lokal.

“Saya kasih contoh, misalnya kayak MCD. MCD kan cuma ada satu, tapi cabang mereka ada banyak. Jadi kalau secara brand, masih lebih banyak brand lokal. Tapi kalau secara outlet, mereka masih lebih banyak dari kita,” kata Ita.

Ita berharap, kedepannya bisnis franchise di Indonesia akan terus bertumbuh. Apalagi, kata dia, saat ini pelaku bisnis di Indonesia didominasi oleh para milenial yang dinilai lebih kreatif dan inovatif dalam berwirausaha. Sehingga dia yakin bisnis Indonesia mampu untuk bersaing di kancah internasional.

“Harapan saya sih bisnis ini bisa semakin tumbuh dan bisa bersaing di kancah internasional,” pungkasnya.


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


Covid 19 dan Transformasi Saluran Pembelian Online

Covid 19 dan Transformasi Saluran Pembelian Online
Terjadinya penurunan penjualan drastis di semua pelaku bisnis saat ini, membuat pengusaha khawatir dan gusar akan masa depan bisnisnya, ketakutan akan...


Pandemi Covid-19 : Masihkah Konsumen Setia pada Merek?

Pandemi Covid-19 : Masihkah Konsumen Setia pada Merek?
Kesetiaan merek adalah sikap konsumen dalam memilih dan membeli merek produk tertentu yang disenangi serta konsisten terhadap merek tersebut dibanding...


Memprediksi Perubahan Perilaku Konsumen di New Normal

Memprediksi Perubahan Perilaku Konsumen di New Normal
JAKARTA, INFOBRAND.ID – Dampak dari wabah covid-19 secara mendalam akan membentuk stay @ home lifestyle yang bakal menjadi kenormalan baru atau...


Dampak Virus Corona, Pelaku Bisnis Dipaksa Go Digital

Dampak Virus Corona, Pelaku Bisnis Dipaksa Go Digital
JAKARTA, INFOBRAND.ID – Ketidakpastian kapan wabah virus corona atau covid-19 akan berakhir membuat para pelaku bisnis banyak yang beralih ke ra...


Sign In
VIP Members

OPINIONS




Index

INFOBRAND LETTER




Index

BRAND PRACTITIONERS




Index