Rabu, 24 Juli 2024

Follow us:

infobrand
10th INFOBRAND

Popok Baby Happy Edukasi Orang Tua Masa Kini Demi Optimalkan Tumbuh Kembang Generasi Alpha

Posted by: 1802 viewer

Popok Baby Happy Edukasi Orang Tua Masa Kini Demi Optimalkan Tumbuh Kembang Generasi Alpha
Dok. Webinar Popok Baby Happy

JAKARTA, INFOBRAND.ID – Baby Happy, popok sekali pakai dari Wings Care hari ini menggelar webinar pertamanya sebagai rangkaian CSR “Baby Happy, Keluarga Happy” jilid 2 dengan tema “Parenting Zaman Now: Optimalkan Tumbuh Kembang Generasi Alpha Sejak Kehamilan”.

Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian Baby Happy terhadap seluruh keluarga Indonesia agar dapat mencetak generasi penerus bangsa yang kuat dan bahagia. Baby Happy kali ini menyalurkan bantuan berupa popok sekali pakai secara bertahap ke beberapa yayasan dan rumah singgah anak di Indonesia sejumlah 175.000 popok tahun ini Baby Happy telah mendonasikan 500.000 popok bagi bayi dan balita di Indonesia.

Julie Widyawati selaku Marketing Manager Baby Happy (Wings Group Indonesia) mengatakan “Kehadiran rangkaian kegiatan “Baby Happy, Keluarga Happy” di tengah pandemi ini merupakan wujud nyata dukungan serta kepedulian kami bagi keluarga dan anak-anak Indonesia.

IKLAN INFOBRAND.ID

Seperti filosofi dari Wings yaitu ‘The best things in life should be accessible to all’ kami percaya bahwa semua hal yang berkualitas harus dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat, tanpa terkecuali. Lagi-lagi menggandeng beberapa pakar kesehatan serta psikolog untuk berbagi pola parenting masa kini yang tepat dan disesuaikan dengan tantangan yang ada.”

Persiapan Sejak Kehamilan untuk Generasi Cemerlang

Masa kehamilan merupakan periode awal kehidupan yang sangat penting karena berpengaruh terhadap perkembangan organ, pertumbuhan fisik, kematangan sistem imun, serta perkembangan kognitif. Periode emas ini biasanya disebut 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dimana fokus utamanya adalah pemberian gizi yang dapat menunjang proses tumbuh kembang janin, bayi dan anak hingga usia 2 tahun.

Hal ini menjadi perhatian khusus dikarenakan masalah gizi dan kesehatan anak sejak dini bukan hanya disebabkan oleh faktor genetik, melainkan didominasi oleh faktor lingkungan hidup yang sejatinya dapat diperbaiki di periode ini. Terlebih di tengah situasi pandemi Covid-19 ini, orang tua harus menghadapi tantangan baru baik dari segi pemenuhan nutrisi, mengatasi kecemasan dalam keterbatasan interaksi, maupun dalam pemberian stimulasi yang tepat untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak.

“Persiapan untuk anak yang sehat dan cemerlang dimulai sejak persiapan kehamilan. Dibutuhkan optimalisasi kondisi ibu yang sehat serta asupan gizi yang lengkap dan seimbang, serta pemberian ASI setelah melahirkan. Pemenuhan 1000 hari pertama kehidupan sangat penting untuk modal anak hingga dia berusia dewasa nanti,” ujar dr. Darrell Fernando, SpOG - Dokter Spesialis Kandungan (Ginekolog) RS YPK Mandiri, Mayapada Kuningan & Klinik Moegni.

IKLAN INFOBRAND.ID

Masa 1000 HPK anak memang merupakan periode kritis perkembangan dan tidak tergantikan. Untuk itu, orang tua harus lebih cermat dalam memahami tahapan perkembangan anak khususnya generasi alpha saat ini dengan memberikan nutrisi dan stimulasi yang tepat sesuai usia demi mengoptimalkan tumbuh kembang anak agar mereka siap menghadapi kehidupan dan pembelajaran terutama di tengah perubahan seperti masa kini.

Tantangan Generasi Alpha di Tengah Pandemi

Generasi Alpha merupakan kelompok generasi yang lahir pada tahun 2010-2025. Kelompok generasi ini bisa dikatakan cukup unik dan memiliki karakternya tersendiri, karena orang tua masa kini yang sangat akrab dengan penggunaan gadget secara tidak langsung telah memperkenalkan gadget kepada anak sejak dini.

“Sebagai orang tua, kita harus mempersiapkan dan memperhatikan kebutuhan anak untuk berkembang dengan baik (asuh) dengan memperhatikan nutrisi sejak awal kehamilan, memberikan asi eksklusif untuk pertumbuhan anak lebih baik serta memberikan vaksin sesuai jadwalnya untuk menjaga kesehatannya.

Selain itu, kita juga harus memberikan stimulasi (asah) yang dilakukan secara terus menerus dengan memastikan kesiapan anak, agar perkembangan otaknya bisa lebih kompleks maka kami menganjurkan agar orang tua bisa terus melatih anak untuk melakukan segala sesuatu secara mandiri dan semua hal itu tentunya dilakukan dengan kasih (asih) tanpa paksaan,” jelas dr. Tiwi.

Lebih lanjut, dr. Tiwi juga menjelaskan bahwa 3 tahun pertama perkembangan otak itu sangat efisien dan sensitif, sehingga lebih baik distimulasi dengan pembelajaran bahasa serta interaksi agar lebih optimal. Namun, saat ini banyak sekali orang tua yang memanfaatkan gadget dalam perkembangan anak padahal sesungguh hal itu sangat tidak direkomendasikan karna akan mengganggu pertumbuhan dan perkembangan si kecil.

IKLAN INFOBRAND.ID

Baca berita lainnya di Google News


Share This Article!

Video Pilihan dari INFOBRAND TV

Article Related


Hadirkan 500 Perusahaan dari 20 Negara, FHI 2024 Resmi Dibuka

Hadirkan 500 Perusahaan dari 20 Negara, FHI 2024 Resmi Dibuka
INFOBRAND.ID, JAKARTA - Pameran dagang internasional tahunan untuk industri makanan dan minuman, perhotelan dan pariwisata paling komperhensif di Indo...


Gandeng Jawa Pos, Global CEO Indonesia Gelar Turnamen Golf Pro-AM

Gandeng Jawa Pos, Global CEO Indonesia Gelar Turnamen Golf Pro-AM
INFOBRAND.ID, JAKARTA - Global CEO Indonesia dan Jawa Pos sepakat menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk mendukung perkembangan olah r...


Tingkatkan Inklusi Keuangan Lewat Aneka Produk Digital

Tingkatkan Inklusi Keuangan Lewat Aneka Produk Digital
INFOBRAND.ID - Aplikasi digital dapat membantu dalam pengelolaan keuangan pribadi dan bisnis secara lebih efisien. Astra Financial melalui sejumlah pr...


Astra Hadirkan Budi Daya Melon Hidroponik di Yogyakarta

Astra Hadirkan Budi Daya Melon Hidroponik di Yogyakarta
INFOBRAND.ID, JAKARTA - Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim (YPA-MDR) menghadirkan budi daya melon hidroponik lewat pembangunan green house (ru...