Ahad, 12 Juli 2020

Follow us:

infobrand

infobrand

Bos Lippo Buka-Bukaan Soal Penjualan Sebagian Saham OVO

Posted by: 28-11-2019 16:34 WIB 520 viewer

Bos Lippo Buka-Bukaan Soal Penjualan Sebagian Saham OVO
Ilustrasi logo OVO di sebuah coffee shop (Istimewa)

JAKARTA, INFOBRAND.ID - Pendiri sekaligus pemilik Lippo Group Mochtar Ryadi mengaku saat ini pihaknya hanya menguasai 30 persen kepemilikan saham dompet digital OVO. Dimana dua pertiga saham tersebut dijual dengan alasan tak kuat memasok dana untuk ‘bakar uang’ yang kerap dilakukan OVO mulai layanan gratis, diskon hingga cashback.

“Bukan melepas, kami menjual sebagian. Sekarang (saham) kami mungkin tinggal 30 persen. Dua pertiganya kami jual,” jelas Mochtar pada wartawan di acara Indonesia Digital Conference 2019 di Jakarta, Kamis (28/11).

Meski demikian, Mochtar tak mengetahui pasti berapa nilai jual saham OVO tersebut. Bahkan dia juga tak menjelaskan siapa saja pihak yang telah membeli saham itu. Namun dia memastikan, penjualan saham tersebut dilakukan karena OVO dinilai terlalu banyak melakukan praktik bakar uang.

IKLAN INFOBRAND.ID

“Alasannya, terus bakar uang bagaimana kami kuat,” kata dia.

Belum lama ini rumor mengenai Lippo Group akan meninggalkan OVO sebagai penyuntik dana memang santer terdengar. Namun rumor ini dibantah oleh Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra. Menurut dia, rumor tersebut sangat merugikan eksistensi OVO dan Lippo Group.

“Kami adalah perusahaan independen yang dikelola oleh manajemen profesional. Mana mungkin OVO berpisah dari pendirinya,” ucapnya dalam keterangan tertulisnya beberapa waktu lalu.

Ia menegaskan bahwa pihaknya telah berdiskusi panjang lebar dengan Direktur Lippo Group John Riady mengenai pengembangan perusahaan ke depan dan banyak diberikan masukan serta dukungan terhadap berbagai upaya pengembangan bisnis perusahaan.

Menurut dia, terkait dengan promosi berupa uang kembali (cashback) dan lainnya merupakan hal biasa di startup. Strategi 'bakar uang' ini juga menjadi bagian dari edukasi kepada masyarakat.

“Yang perlu dicatat adalah OVO sebagai perusahaan keuangan digital memiliki roadmap yang jelas untuk menuju profitabilitas sebagai sebuah entitas bisnis yang sustainable,” kata dia.

Sebagai informasi, sejak 2017 OVO telah mendapatkan lisensi uang elektronik (e-wallet) dari Bank Indonesia dan aktif menggelar promosi diskon dan cash back untuk menjaring pengguna. Bersama dengan Gopay dan Dana, OVO disebut-sebut punya pangsa pasar besar di industri ini.


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


Hasil Survei TRAS N CO Indonesia: Marketplace Menggeliat!

Hasil Survei TRAS N CO Indonesia: Marketplace Menggeliat!
JAKARTA, INFOBRAND.ID – TRAS N CO Indonesia sebagai entitas yang kredibel dalam penelitian brand di tanah air melakukan survei kepada 154 katego...


Merek-Merek Paling Banyak Dipilih Konsumen di Indonesia, Siapa Juaranya?

Merek-Merek Paling Banyak Dipilih Konsumen di Indonesia, Siapa Juaranya?
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Kantar Worldpanel Indonesia, sebuah perusahaan riset pasar, meluncurkan hasil pemeringkatan merek-merek di industri fast movin...


Survei Alvara: Perilaku Publik Selama Pandemi Covid-19

Survei Alvara: Perilaku Publik Selama Pandemi Covid-19
JAKARTA, INFOBRAND.ID – Sejak tanggal 2 Maret 2020, virus corona atau covid-19 telah masuk Indonesia dan telah menyebar ke seluruh Indonesia. An...


8 DIMENSI PERILAKU Masyarakat di Masa Covid-19

8 DIMENSI PERILAKU Masyarakat di Masa Covid-19
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Konsultan Brand ETNOMARK melakukan riset untuk mengenali gaya perilaku masyarakat Indonesia di masa pandemi Covid-19 ini. Sedi...


Sign In
VIP Members

OPINIONS




Index

INFOBRAND LETTER




Index

BRAND PRACTITIONERS




Index
NABATI