Sabtu, 30 Mei 2020

Follow us:

infobrand

infobrand

Millennials & Creativity

Posted by: 13-03-2019 16:13 WIB 725 viewer

Millennials  & Creativity
Founder&Creative Thinker of OMG Consulting, Yoris Sebastian

Memang tak mudah untuk mendapat gelar Startup Unicorn.   Tapi Indonesia punya anak-anak muda kreatif yang menggawangi perusahaan rintisan  yang rata-rata mengawali bisnisnya di usia 20 hingga 30 tahun dan kini sudah bergelar Startup Unicorn. Mereka  memiliki pendanaan yang fantastis dan mereka mampu meyakinkan pemodal asing untuk berinvestasi di bisnisnya. 

Yoris Sebastian, Founder&Creative Thinker of OMG Consulting, mengatakan, jangan salah kaprah. Menurutnya hampir semua  startup unicorn ini  memulai usahanya dengan modal kecil.

Menurut penulis buku “Oh My Goodness: Buku Pintar Seorang Creative Junkies” ini, pola bisnis para startup unicorn tak jauh beda  dengan brand-brand terdahulu  yang dibesarkan para pengusaha senior. 

IKLAN INFOBRAND.ID

Bahkan dari beberapa startup yang sekarang ini menjadi  besar,  mereka juga tetap menggunakan medium televisi untuk membesarkan marketnya.

Yang harus diperhatikan juga adalah gejala product and customer centric  -ungkapan: pembeli adalah raja-red—yang  bisa membuat brand kecil seperti Gojek tetap tidak pasang iklan di televisi.” Jadi zaman sekarang sebenarnya tidak ada single answer,’tegas penulis “Generasi Langgas:  Millennials Indonesia” ini.

Keunggulan kompetitif dan komperatif apa yang harus  dimiliki para pemilik brand di tanah air? Jawaban Yoris adalah Sumber Daya Manusia yang mumpuni. “Sekarang sudah tidak zamannya  lagi one man show. Lihat saja William Tanujaya di Tokopedia, Nadiem Makarim di Gojek dan masih banyak perusahaan baru lainnya. Mereka sibuk membesarkan jagoan-jagoan SDM baru sehingga tidak hanya bergantung pada CEO,”kata Yoris.

Para pemilik brand, lanjutnya,  bukan hanya perlu benar-benar menjadikan karyawan sebagai prioritas no 1 diatas konsumen,  namun juga memberikan pelatihan yang tepat. Di 2020 manusia akan bekerja bersama advance robot dan artificial intelligence.

Bagaimana dengan generasi milenial? Sejauhmana para pemilik brand mafhum dengan pasar ini?  “Saya sendiri di buku “Generasi Langgas: Millennials Indonesia”,  sudah menegaskan potensi bekerja bersama generasi millennials yang merupakan demografi terbesar di usia produktif saat ini. Bekerja bersama bukan berarti dimanjakan ya! ,”papar Yoris yang tercatat sebagai General Manager termuda se-Asia ini.  Menurutnya, menjadi Brand Champion di era millennial,  harus mengubah tujuan yang sebelumnya selalu ingin tampil awesome as brand menjadi tujuan baru yaitu membuat konsumen menjadi awesome. Di era sekarang brand yang memuji-muji diri sendiri sudah tidak jalan lagi. Content yang diangkat dalam promotion strategy sudah bukan copywriter based , tapi harusnya menjadi  media based.[] 


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


Covid 19 dan Transformasi Saluran Pembelian Online

Covid 19 dan Transformasi Saluran Pembelian Online
Terjadinya penurunan penjualan drastis di semua pelaku bisnis saat ini, membuat pengusaha khawatir dan gusar akan masa depan bisnisnya, ketakutan akan...


Pandemi Covid-19 : Masihkah Konsumen Setia pada Merek?

Pandemi Covid-19 : Masihkah Konsumen Setia pada Merek?
Kesetiaan merek adalah sikap konsumen dalam memilih dan membeli merek produk tertentu yang disenangi serta konsisten terhadap merek tersebut dibanding...


Memprediksi Perubahan Perilaku Konsumen di New Normal

Memprediksi Perubahan Perilaku Konsumen di New Normal
JAKARTA, INFOBRAND.ID – Dampak dari wabah covid-19 secara mendalam akan membentuk stay @ home lifestyle yang bakal menjadi kenormalan baru atau...


Dampak Virus Corona, Pelaku Bisnis Dipaksa Go Digital

Dampak Virus Corona, Pelaku Bisnis Dipaksa Go Digital
JAKARTA, INFOBRAND.ID – Ketidakpastian kapan wabah virus corona atau covid-19 akan berakhir membuat para pelaku bisnis banyak yang beralih ke ra...


Sign In
VIP Members

OPINIONS




Index

INFOBRAND LETTER




Index

BRAND PRACTITIONERS




Index